Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung Gelar Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Pertanian

×

Pemprov Lampung Gelar Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Sektor Pertanian yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Sektor Pertanian yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Sementara itu, dunia usaha diharapkan aktif dalam kemitraan usaha tani melalui program CSR, contract farming, inti–plasma, investasi hilirisasi, penguatan rantai pasok, serta penerapan teknologi modern seperti precision farming dan digitalisasi pertanian.

Pemprov Lampung sendiri terus mendorong program Desaku Maju yang berfokus pada pelayanan dasar masyarakat, pemberdayaan usaha, peningkatan SDM, serta penguatan ekonomi desa melalui mekanisasi, hilirisasi, dan vokasi tematik.

Program ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis pertanian dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya penyatuan visi dan langkah antara pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

“Lampung tumbuh dengan pertaniannya, sehingga harga komoditas benar-benar menentukan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai eksekutor, dan perbankan sebagai pendukung harus searah dan saling memahami arah pembangunan Lampung ke depan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyoroti tiga komoditas utama Lampung, yaitu ubi kayu, jagung, dan padi. Ia menegaskan perlunya peningkatan kapasitas pengeringan hasil panen, mengingat pada 2024 hanya 30 persen produksi jagung yang dapat dikeringkan di Lampung, sementara 70 persen sisanya terpaksa dijual keluar daerah dengan harga lebih rendah.

“Kalau padi dan jagung bisa kita keringkan di Lampung, pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Saya minta perbankan turut membantu melalui pembiayaan agar desa dan UMKM dapat memperoleh mesin-mesin industri,” tuturnya.