Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Persiapan Angkutan Lebaran 2025

×

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Persiapan Angkutan Lebaran 2025

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Persiapan Angkutan Lebaran 2025 secara virtual || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Persiapan Angkutan Lebaran 2025 secara virtual || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Terkait dengan disparitas harga antar daerah, Deputi III Kantor Staff Presiden, Edi Priyono menyampaikan bahwa komoditas beras medium mengalami disparitas 14,01 persen (sedang), Gabah Kering Panen tingkat Petani 25,13 persen (tinggi), bawang putih 19,47 persen (tinggi), minyakita 4,68 persen (rendah), jagung tingkat Peternak 38,82 persen (tinggi), telur ayam ras 21,07 persen (tinggi), cabai rawit merah 22,93 persen (tinggi), cabai merah besar 42,96 persen (tinggi), daging sapi 25,44 persen (tinggi), gula pasir curah 9,72 persen (rendah) dan daging ayam ras 19,73 persen (tinggi).

Menyikapi Harga Minyak goreng Minyakita yang saat ini berada di atas Harga Eceran Tertiggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, Kementerian Perdagangan dalam upayanya melakukan stabilisasi dan percepatan distribusi minyakita, telah melakukan beberapa upaya, antara lain droping stok ke pasar-pasar yang menjual di atas HET untuk menurunkan harga minyakita dalam kisaran HET dan berkoordinasi dengan produsen, distributor dan stekeholder untuk mengawasi rantai distribusi agar tidak panjang.

Sementara itu, dalam upayanya mengamankan produksi pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian menyampaikan upaya yang dilakukan oleh kementerian pertanian khususnya untuk komoditas yang mengalami disparitas dan kenaikan harga yang tinggi menjelang ramadhan dan idul fitri 2025.

Untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di tingkat nasional, Nita Yulianis dari Badan pangan Nasional (Bapanas), mengatakan bahwa neraca pangan nasional periode Januari-Desember 2025 diproyeksikan aman terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul fitri 2025.

Selanjutnya, terkait dengan kesiapan angkutan lebaran 2025, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyampaikan tentang kesiapan pihak Kementerian Perhubungan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan angkutan lebaran 2025. Dudy mengatakan bahwa berdasarksn evaluasi penyelenggaraan Nataru 2024/2025 lalu yang berjalan dengan lancar, diperkirakan puncak arus mudik lebaran 2025 akan terjadi pada H-3 dan puncak arus balik pada H+5.

Untuk itu, pihak Kementerian perhubungan telah menyiapkan beberapa skenario antara lain : menerapkan Work From Anywhere (WFA) yang rencananya diterapkan pada tanggal 26 atau 28 maret 2025 untuk mengurai arus puncak kepadatan mudik dan balik lebaran.

Selain itu, Kementerian perhubungan menerapkan Kebijakan pembatasan angkutan barang, Kebijakan penggunaan sepeda motor, Kebijakan mudik gratis, diskon layanan tol, Kebutuhan dan dukungan pemerintah daerah dan terkait dengan truk ODOL (Over Dimension Over Loading) pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga terkait baik pemerintah daerah maupun pusat.

“Besar harapan kami ke depan, pihak Kemendagri, Kemenhub dan Pemerintah Daerah dan semua lembaga terkait, dapat terus menjalin sinergi dan kolaborasi yang lebih baik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Menteri Perhubungan. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *