Program ini juga terus diperkuat melalui evaluasi lintas perangkat daerah dengan fokus pada hilirisasi produk desa, penguatan kelembagaan ekonomi, serta penciptaan nilai tambah agar manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati masyarakat desa.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penguatan kemandirian desa melalui berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan pupuk organik cair dan teknologi pertanian yang mendukung produktivitas serta keberlanjutan sektor pertanian.
Program ini lahir dari keyakinan bahwa kemajuan Lampung harus dimulai dari desa, Desa tidak boleh dipandang hanya sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
Desaku Maju tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik desa. Program ini membangun ekosistem ekonomi desa melalui pengembangan potensi unggulan, penguatan BUMDes, hilirisasi hasil pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran, serta kolaborasi lintas sektor.
Gubernur mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Gubernur menginstruksikan agar setiap entitas birokrasi menanggalkan ego sektoral dan mengukur keberhasilan kinerja dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (Rls/SA)











