Tito menjelaskan, sejumlah kategori yang diberikan pada putaran kedua ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, antara lain pengelolaan sampah dan lingkungan, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.
Ia menegaskan, penghargaan bukan ditujukan untuk kepentingan pribadi kepala daerah, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah dan dapat menjadi pemicu bagi daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Acara ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berprestasi,” ucap Tito.
Menurut Tito, apresiasi tersebut juga menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa di tengah adanya sejumlah persoalan yang menimpa sebagian kepala daerah, masih banyak pemerintah daerah yang bekerja baik dan menghasilkan berbagai capaian positif.
“Dibalik itu, melalui acara seperti ini kita bisa menunjukkan banyak daerah juga yang baik-baik,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah yang telah menerima penghargaan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya.
Sementara bagi daerah yang belum memperoleh penghargaan, Tito meminta agar terus berbenah dan meningkatkan inovasi karena masih tersedia kesempatan pada putaran apresiasi berikutnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang berhasil meraih penghargaan.
Ia menilai, capaian daerah tidak lahir dari kerja satu atau dua orang semata, melainkan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, aparatur, pemangku kepentingan, serta masyarakat.
“Saya ucapkan selamat kepada kepala daerah atau daerah-daerah yang berprestasi. Kabar baik prestasi yang sudah dicapai oleh daerah adalah juga kabar baik bagi kita semua,” ujar Djamari.
Menurutnya, kategori yang diberikan dalam apresiasi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan nasional dan program unggulan pemerintah pusat. Karena itu, capaian pemerintah daerah diharapkan turut mempercepat pencapaian target pembangunan nasional.
Djamari juga menegaskan bahwa pemerintah pusat terus menunggu lahirnya berbagai prestasi baru dari pemerintah daerah, khususnya di wilayah Sumatera.
“Prestasi yang tercapai ini adalah hasil kerja sama di lingkungan daerah masing-masing. Tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau dua orang saja, tetapi seluruh masyarakat juga terlibat,” katanya.
Ia berharap capaian yang diraih pemerintah daerah di Sumatera menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Empat penghargaan yang diraih Lampung dalam ajang regional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Capaian Pemerintah Provinsi Lampung di bidang pendidikan, Kabupaten Way Kanan dan Kota Bandar Lampung dalam implementasi Program 3 Juta Rumah, serta Kabupaten Lampung Selatan dalam pengelolaan sampah dan lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa kinerja daerah di Lampung mendapat pengakuan dalam forum apresiasi pemerintah daerah tingkat regional Sumatra.
Prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi pemacu bagi pemerintah daerah di Lampung untuk terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan kualitas pelayanan publik sehingga manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat. (Rls/SA)











