5W1HINDONESIA.ID, KESEHATAN – Penyebab anak down syndrome masih belum banyak diketahui calon ibu sehingga pendeteksian sejak dini pun tidak dilakukan. Down syndrome sendiri merupakan kondisi yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik dan mental, bahkan kecacatan.
Hal ini umumnya dikarenakan anak lahir dengan kromosom yang berlebih atau kromosom ke-21. Nah, agar lebih paham mengenai penyebab anak mengalami down syndrome, yuk simak ulasan selengkapnya berikut.
Apa Saja Penyebab Anak Down Syndrome?
Dilansir dari Kidshealth, anak-anak dengan down syndrome seringkali memiliki ciri fisik yang serupa. Beberapa tanda anak mengalami down syndrome atau DS, yakni profil wajah datar, mata miring ke atas, telinga kecil, serta lidah yang cenderung menjulur.
Anak yang menderita down syndrome biasanya tidak memiliki masalah kesehatan serius, namun membutuhkan perawatan ekstra. Adapun beberapa faktor risiko penyebab down syndrome pada anak yang perlu diketahui, yaitu:
Usia ibu saat hamil
Down syndrome memang dapat terjadi pada berapa saja saat ibu sedang hamil. Namun, peluang terjadinya down syndrome akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Risiko mengandung bayi dengan masalah genetika, termasuk down syndrome dipercaya meningkat saat usia wanita mencapai 35 tahun atau lebih.
Perlu diketahui, ketika sel telur wanita berusia lebih tua, maka berisiko tinggi untuk mengalami pembelahan kromosom yang tidak tepat. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan anak dengan down syndrome lahir dari wanita berusia kurang dari 35 tahun karena peningkatan angka kehamilan dan kelahiran di usia muda.
Pernah melahirkan bayi DS sebelumnya
Faktor risiko down syndrome pada anak dapat terjadi pada wanita yang pernah mengandung bayi dengan DS sebelumnya. Tak hanya itu, hal tersebut juga berlaku untuk orang tua yang memiliki sindrom Down translokasi sehingga dapat berpengaruh kepada bayinya.
Jumlah saudara kandung dan jarak lahirnya
Risiko bayi lahir dengan down syndrome juga bergantung pada seberapa banyak saudara kandung dan jarak usia antara anak paling bungsu dengan bayi tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, risiko memiliki bayi dengan down syndrome semakin tinggi pada ibu berusia lebih tua saat pertama kali hamil.





