Bandar LampungEKBISLampung

Provinsi Lampung Bersama Industri Jasa Keuangan Lakukan Kick Off Bulan Inklusi Keuangan 2020

×

Provinsi Lampung Bersama Industri Jasa Keuangan Lakukan Kick Off Bulan Inklusi Keuangan 2020

Sebarkan artikel ini

Berdasarkan data yang dihimpun OJK, tercatat sebanyak 41 kegiatan siap dilaksanakan dari 32 lembaga jasa keuangan. Beberapa diantaranya adalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Bank China Construction Bank Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk, PT Bank Danamon Indonesia.

PT Jamkrindo, LKMS Attaya Mandiri Berkah, LKM UPK DAPM Mandiri Sejahtera, J Trust Bank, PT Bank Mayapada, PT Bank Negara Indonesia (persero), Tbk, Bank BJB, Bank BCA Syariah, Bursa Efek Indonesia, PT Pegadaian, PT BPR Eka Bumi Artha, Bank BNI Syariah, Bursa Efek Indonesia (BEI) KP Lampung.

Bank Sinar Mas UUS KC Bandar Lampung, PT Bank IBK Indonesia, Bank Mega Syariah KC Lampung, Bank BRI Cabang Metro, Bank HSBC Bandar Lampung, Bank BRI KC Teluk Betung, Bank National Nobu, PT Bank Mandiri Taspen, Bank Mandiri Area Lampung, BPRS Mitra Agro Usaha, dan Bank BCA Bandar Lampung.

Selama Bulan Inklusi Keuangan berlangsung di bulan Oktober ini, seluruh Lembaga Jasa Keuangan telah mempersiapkan berbagai kegiatan/program/promo yang ditujukan kepada masyarakat.

Sebanyak lebih dari 200 kegiatan/program/promo yang siap dilaksanakan selama bulan Oktober 2020 yang akan mentarget 10.000 orang peserta kegiatan, dimana masyarakat Lampung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi serta penawaran-penawaran menarik lembaga jasa keuangan tersebut.

“Sejalan dengan tujuan dilaksanakannya program Bulan Inklusi Keuangan, saya mengharapkan bahwa program ini dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi serta akses keuangan sehingga dapat mendorong masyarakat untuk
menggunakan produk/layanan keuangan, baik melalui jaringan kantor, layanan elektronik maupun layanan digital, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam beraktifitas ekonomi,” paparnya.

“Selain itu, dengan tersedianya dan
dimanfaatkannya produk/layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, akan dapat menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat untuk dapat bangkit dari kondisi ekonomi saat ini,” ucap Bambang. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *