5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Kabar kurang sedap datang dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung. Ratusan siswa dari tiga sekolah berbeda di Kecamatan Kemiling diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG pada Rabu (13/2/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengonfirmasi bahwa para siswa tersebut mengalami gejala diare massal. Hingga Sabtu (15/2), pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap para korban.
Data Sebaran Siswa yang Terdampak
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan kota Bandar Lampung, total korban mencapai ratusan orang yang terdiri dari siswa, guru, hingga orang tua siswa. Berikut rinciannya:
| Sekolah | Jumlah Siswa Terdampak | Guru/Staf/Orang Tua | Status Perawatan |
| SDN 4 Sumberjo | 77 Siswa | 10 Orang | Mayoritas Rawat Jalan |
| SD Al Munawaroh | 64 Siswa | 12 Orang | 5 Orang Dirawat Inap |
| SMPN 14 Bandarlampung | 43 Siswa | – | 6 Dirawat di RS/Puskesmas |
“Untuk di SMPN 14, sebanyak 37 orang menjalani rawat jalan, sementara enam lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit dan Puskesmas Kemiling,” ujar Muhtadi saat dihubungi.
SPPG Kemiling Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene
Muhtadi mengungkapkan fakta mengejutkan terkait asal makanan tersebut. Diketahui, ketiga sekolah tersebut mendapatkan pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama di Kecamatan Kemiling.
Meskipun secara fisik bangunan SPPG dinilai memenuhi kriteria, Muhtadi menegaskan bahwa tempat tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Data kami menunjukkan SPPG ini belum punya SLHS. Ada beberapa poin yang belum memenuhi syarat sehingga Dinkes belum mengeluarkan rekomendasi ke Dinas Perizinan,” tegas Muhtadi.
Langkah Cepat Dinkes: Uji Sampel dan Pemantauan
Guna memastikan penyebab pasti kejadian ini, Dinkes Bandar Lampung telah mengambil sampel air dan sisa makanan untuk diuji di laboratorium. Muhtadi menyebut ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari kualitas bahan baku hingga proses pengolahan yang membuat makanan menjadi tidak layak konsumsi atau basi.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah menginstruksikan Puskesmas Kemiling dan Puskesmas Bringin Raya untuk:
-
Memantau kondisi siswa dan guru terdampak secara berkala.
-
Memastikan pemulihan bagi mereka yang menjalani rawat jalan.
-
Melakukan investigasi mendalam pada proses pengolahan makanan di SPPG terkait.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penyelenggara program makan gratis untuk lebih memperketat standar keamanan pangan dan memastikan seluruh perizinan higiene sanitasi terpenuhi sebelum beroperasi.









