5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Masuk surga tanpa hisab tentu merupakan hal yang diidam-idamkan seluruh umat muslim. Namun, menjadi hal Allah SWT untuk menentukan hambanya apakah masuk surga atau neraka berdasarkan amalan yang sudah dilakukan selama di dunia.
Meski masuk ke salah satu surganya Allah tidak mudah, namun ada beberapa amalan yang bisa dilakukan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara agar mudah masuk ke dalam surga tanpa hisab, simak pembahasan berikut.
Apa Saja Amalan Agar Masuk Surga Tanpa Hisab?
Dari Abu Bakar, Rasulullah SAW bersabda, “Aku dianugerahi Allah 70.000 orang dari umatku masuk ke surga tanpa hisab. Wajah mereka tampak seperti bulan di malam purnama, hati mereka semuanya sama. Lalu, aku memohon tambahan kepada Allah dan Allah menambahkan untukku setiap satu orang menjadi 70.000 orang”. (HR. Ahmad)
Jika merujuk pada hadis ini, maka dijelaskan bahwa terdapat golongan umat muslim yang bisa masuk ke dalam surganya Allah SWT tanpa hisab. Beberapa golongan orang yang bisa masuk surga tanpa perlu hisab, di antaranya:
1. Jauh dari syirik besar dan kecil
Orang-orang yang bersegera dalam kebaikan akan selamat dari syirik besar maupun kecil. Bahkan, jika bersungguh-sungguh ketika melaksanakan amalan ketaatan, baik amal wajib maupun sunnah, maka akan masuk ke dalam surga tanpa hisab.
2. Mengucap syahadat ketika meninggal
Amalan yang bisa dilakukan jika ingin masuk ke dalam surga tanpa hisab, yakni mengucapkan syahadat saat meninggal dunia. Sebab, dalam kalimat syahadat sendiri terkandung tuntunan untuk menjauhi maksiat dan bid’ah.
Tak hanya itu, keistimewaan bagi Al-Muwahhidin atau orang-orang yang mentauhidkan Allah SWT itu sangat banyak dan besar. Hal ini dikarenakan, dalam kalimat tauhid terdapat anjuran untuk bertauhid yang niscaya akan menghindarkan dari syirik.
3. Mengerjakan sholat tepat waktu
Abdul Nashir Balih menjelaskan bahwa orang yang menunaikan sholat tepat waktu termasuk golongan orang yang dapat masuk surga tanpa perlu hisab. Hal ini pun dijelaskan oleh Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin Mas’ud RA.





