5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Sebagai umat muslim yang beriman, tentu sangat ingin menjadi salah satu dari penghuni Surga Firdaus. Surga Firdaus sendiri merupakan surga paling tinggi dan utama, tempat kembalinya orang-orang yang beriman.
Gambaran surga pun sudah disebutkan dalam Al-Qur’an dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang ada di muka bumi. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Surga Firdaus, berikut ulasan selengkapnya.
Siapa Saja Golongan Penghuni Surga Firdaus?
Firman Allah SWT dalam QS. Al-Insan ayat 20 berbunyi, “Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar”. Karena itu, mustahil bila umat muslim tidak menginginkan surganya Allah SWT.
Ya, Allah SWT menciptakan berbagai macam surga, salah satunya surga tertinggi, yakni Surga Firdaus. Perlu diketahui, ada beberapa golongan yang bisa menjadi penghuni dari Surga Firdaus, di antaranya:
1. Orang yang sholatnya khusyuk
Surga Firdaus dijanjikan untuk orang-orang yang khusyuk dalam melaksanakan ibadah sholat. Meski terasa berat, namun selalu usahakan khusyuk dengan cara berserah diri, tulus, ikhlas, dan memusatkan diri hanya kepada Allah SWT dalam menjalankannya.
2. Orang yang menunaikan zakat
Golongan penghuni dari Surga Firdaus selanjutnya adalah orang yang menunaikan zakat. Melalui zakat, umat muslim diajarkan untuk selalu berbagi karena terdapat hak orang lain pada harta yang dimiliki.
Selain itu, zakat sendiri berguna untuk menyucikan harta serta jiwa seorang umat muslim. Jika rutin menunaikan zakat, terutama saat bulan Ramadhan, maka dapat menumbuhkan sifat kebaikan dalam diri.
3. Orang yang memelihara amanah dan tepat janji
Bagi yang memelihara amanah serta menepati janjikan akan diberikan pahala besar oleh Allah SWT. Untuk itu, diwajibkan untuk senantiasa menjaga amanah dengan sebaik-baiknya sebab janji merupakan utang yang harus ditepati.
4. Orang yang menahan pandangannya
Allah SWT memberikan nikmat dapat melihat sehingga seorang umat perlu memanfaatkannya dengan baik. Pasalnya, mata bisa menjadi panah beracun yang membuat umat-Nya terjerumus ke dalam perbuatan maksiat yang diharamkan.







