“Wilayah ini menjadi kebanggaan Lampung, ini indah luar biasa. Ini adalah karunia Tuhan dan kita harus kelola dengan baik kawasan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Puji Raharjo mengatakan doa lintas agama ini dalam rangka pentingnya kebersamaan dan kerukunan umat menyongsong Indonesia Emas 2045 dan dalam rangka Pemilu 2024 yang damai dan sejuk.
Hal ini sejalan dengan tema kegiatan “Indonesia Hebat Bersama Umat”.
Kegiatan diikuti oleh para pemuka agama meliputi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.
“Pemuka agama diharapkan menjadi perekat umat dan menciptakan harmonisasi melalui penyampaian nilai-nilai kedamaian dan kerukunan sehingga bisa berpengaruh positif kepada masyarakat dan mendatangkan kesejukan,” ujar Puji.
Puji menuturkan pemilihan lokasi di menara siger ini salah satunya dalam rangka bagian dari upaya promosi destinasi wisata Provinsi Lampung.
“Ini bagian dari upaya promosi destinasi wisata Provinsi Lampung yang pada kepemimpinan Bapak Gubernur Arinal terus digalakkan. Ini kegiatan yang pertama semenjak direhab dan belum diresmikan (menara siger),” katanya.
Dalam kesempatan itu, para pemuka agama, masing-masing menyampaikan doa-doanya demi Indonesia damai, aman dan sejahtera.
Hadir pula diantaranya Forkopimda, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung M. Bahruddin, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, KPU dan Bawaslu. (Rls/SA)











