Basit menjelaskan bahwa kafein dalam kopi yang diseduh kandungannya bervariasi. Namun, itu juga bergantung pada berbagai faktor, termasuk biji kopi yang digunakan.
Dalam sebuah studi tahun 2020 oleh American Chemical Society, ditemukan bahwa metode pembuatan kopi dengan air panas memiliki kadar kafein yang sedikit lebih tinggi daripada metode minuman dingin.
Penting untuk dicatat bahwa perbedaannya tidak cukup besar untuk mengatasi variabel yang disebutkan di atas.
“Jadi secara umum, Anda akan mendapatkan dosis kafein yang padat baik Anda minum kopi panas atau dingin,” ungkap Basit.
“Kafein memiliki efek positif dan negatif pada tubuh. Ini meningkatkan kewaspadaan otak dan tingkat energi umum, tetapi juga akan meningkatkan asam di perut yang menyebabkan sakit perut pada beberapa orang,” sambung Basit.
Ahli jantung juga menyebutkan peningkatan buang air kecil, tekanan darah dan detak jantung, bersama dengan penurunan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium, yang dapat menyebabkan kepadatan tulang yang lebih rendah. (SA)





