Bandar LampungLampungPemerintahan

Sepakat, Lampung dan P2MI Bangun Tata Kelola Terintegrasi untuk Pekerja Migran

41
×

Sepakat, Lampung dan P2MI Bangun Tata Kelola Terintegrasi untuk Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, setelah menggelar pertemuan dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Gubernur Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, setelah menggelar pertemuan dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Gubernur Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sepakat menciptakan tata kelola pekerja migran yang terintegrasi di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Menteri P2MI setelah menggelar pertemuan di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga  Pj Gubernur Samsudin Buka Mentoring Bisnis Temu Pengusaha Lampung

Lampung merupakan penyumbang pekerja migran terbesar ke-5 di Indonesia, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Daerah seperti Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah menjadi kantong utama penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

Menteri Abdul Kadir menegaskan, potensi pekerja migran harus dimanfaatkan untuk mengurangi pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi daerah dengan membangun ekosistem pelindungan PMI di Lampung. Termasuk memaksimalkan peran SMK dan SMA melalui kelas migran.

Baca Juga  Terpilih Secara Aklamasi, Herman HN Nahkodai ABPEDSI

“Di Lampung ini ada satu gagasan menarik, terutama bahwa di Provinsi Lampung, khusus SMK dan SMA, akan dibuat kelas migran. Nanti modul kurikulumnya akan kita bahas,” kata Menteri Abdul Kadir.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumatra, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Anggaran Strategis

Kurikulum kelas migran, kata Menteri Abdul Kadir, akan dirancang sesuai kebutuhan negara tujuan, seperti Jepang, Taiwan, atau Malaysia, mencakup pelatihan keterampilan, sertifikasi, pemeriksaan kesehatan, dan bahasa.