Ia turut memotivasi para siswa agar berani bermimpi besar dan terus menggali potensi diri. “Mimpi itu gratis. Bermimpilah setinggi-tingginya, karena dari mimpi akan lahir usaha dan kerja keras. Semua kesuksesan berawal dari nol,” pesannya.
Lebih lanjut, Purnama menyampaikan kebanggaannya terhadap para pengrajin dan pelaku UMKM di Provinsi Lampung yang kini telah mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Ia meyakini, dengan bakat dan nilai yang dimiliki, para siswa SMKN 5 juga memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan dan peminatan merupakan bagian dari proses melatih nalar berpikir kritis siswa agar mampu bermimpi, berpikir, dan bertindak secara terarah.
“Kegiatan ini menjadi momentum membangun dual system melalui Teaching Factory (TEFA) dan teaching industry, sehingga potensi di bidang DKV, kriya, fashion, dan tata boga dapat dikembangkan menjadi aset dan unit produksi yang memiliki nilai ekonomi,” terangnya.
Thomas menambahkan, pemetaan talenta siswa di berbagai bidang keahlian diharapkan mampu mendorong produktivitas serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar lulusan SMK dapat berkontribusi langsung dalam menggerakkan ekonomi lokal di Provinsi Lampung.
Di akhir kegiatan, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung juga menyempatkan diri melakukan podcast bersama Brillian dan Salsa, siswa kelas XII Jurusan DKV SMKN 5 Bandar Lampung, yang membahas pengembangan kreativitas generasi muda serta harapan bagi siswa SMK di Provinsi Lampung ke depan.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas. (Rls/SA)











