Bandar LampungLampungPemerintahan

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lampung

27
×

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lampung

Sebarkan artikel ini
Gubernur saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui Pagelaran Seni Budaya di Mahan Agung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui Pagelaran Seni Budaya di Mahan Agung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan kekayaan sekaligus identitas fundamental yang harus dijaga untuk memperkuat persatuan bangsa.

Penegasan ini disampaikan Gubernur saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui Pagelaran Seni Budaya di Mahan Agung, Rabu (19/11/2025), yang mengusung tema “Menggaungkan Kembali Semangat Persatuan dan Nasionalisme Lewat Kesenian Rakyat Lampung”.

​Gubernur Mirza menyatakan bahwa kegiatan seni budaya merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga  Perbaikan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Bawa Harapan Baru bagi Petani dan Warga Tulang Bawang

​”Empat Pilar telah menjadi pondasi tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Nilai-nilai luhur ini harus terus disosialisasikan, dipahami, dan diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui ruang kreatif seni dan budaya seperti yang kita lakukan hari ini,” kata Gubernur.

​Gubernur menyoroti Provinsi Lampung sebagai contoh nyata keberhasilan harmoni di tengah keberagaman. Dengan filosofi “Sai Bumi Ruwa Jurai”, Lampung telah membuktikan koeksistensi damai antara penduduk lokal (sekitar 16%) dan mayoritas pendatang (sekitar 67%).

Baca Juga  Gubernur Mirza Ajak Dunia Usaha Bersinergi Bangun Ekonomi Lampung

​”Sejarah mencatat, selama puluhan tahun, Lampung tidak pernah mengalami konflik horizontal maupun vertikal. Harmoni ini ditopang kuat oleh falsafah kita Pi’il Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Bejuluk Beadek, dan Sakai Sambayan,” terangnya.

​Gubernur menekankan bahwa rasa persatuan ini terbentuk berkat kesadaran masyarakat Lampung untuk menghormati dan menjunjung tinggi seluruh kebudayaan di Indonesia sebagai bagian integral dari diri.

Baca Juga  Usai Lebaran, Satgas Covid-19 Bandar Lampung Nyatakan Belum Ada Lonjakan Kasus

​Menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi industri, Gubernur mengingatkan bahwa arus informasi cepat dan derasnya pengaruh budaya luar dapat menyebabkan generasi muda melupakan warisan budayanya sendiri.

​Oleh karena itu, kesenian rakyat memiliki peran vital sebagai media untuk menumbuhkan nasionalisme, memperkuat persatuan, dan menjaga warisan budaya agar tetap eksis.

Gubernur mencontohkan kesenian tradisional Lampung seperti tari Melinting, Sigekh Penguten, dan musik Gamolan sebagai bahasa yang menyatukan persaudaraan dan jati diri masyarakat.