- Tidak memotong kuku dan rambut
Menurut buku yang bertajuk Panduan Ringkas Ibadah Qurban karya Wahyu Dwi Prastyo, saat memasuki 10 awal bulan Dzulhijjah, bagi yang hendak melaksanakan ibadah kurban disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku ketika sudah masuk bulan Dzulhijjah.
Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadits yang diceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar Al Makki telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdurrahman bin Humaid bin Abdurrahman bin ‘Auf bahwa dia mendengar Sa’id bin Musayyab menceritakan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika telah tiba sepuluh (dzul Hijjah) dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah mencukur rambut atau memotong kuku sedikitpun.” Dikatakan kepada Sufyan, “Sebagian orang tidak memarfu’kan (hadits ini)?” Sufyan menjawab, “Akan tetapi saya memarfu’kannya.” (HR. Muslim No. 3653)
Adapun sunah bagi yang berkurban lebih dari satu hewan, dibolehkan baginya untuk memotong rambut dan kuku setelah disembelihnya hewan yang pertama. Namun, sunah ini hanya berlaku bagi yang berkurban saja, tidak berlaku bagi anggota keluarga yang lain.
- Menyembelih hewan kurban sendiri
Menyembelih hewan kurban sendiri disunahkan bagi seorang shohibul qurban atau orang yang berkurban. Dalil yang menjelaskannya adalah sebagai berikut:
Telah menceritakan kepada kami Hafs bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Aswad bin Qais dari Jundab ia pernah menyaksikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di hari raya kurban (idul adla) mendirikan salat, kemudian berkhutbah dan bersabda:
“Barangsiapa menyembelih sebelum sholat, hendaklah ia menyembelih kembali dengan sembelihan lain sebagai gantinya, dan barangsiapa belum menyembelih, hendaklah menyembelih dengan menyebut nama Allah.” (HR. Bukhari).
Disunahkan juga pada hari-hari awal bulan Dzulhijjah untuk memperbanyak amal shalih. Sebab, amalan-amalan pada waktu itu memiliki keutamaan yang besar, misalnya berpuasa atau amalan-amalan yang lain. (SA)