Otomotif

Takut Ganggu Ular Tidur, Pembangunan Pabrik Mobil Listrik Tesla di Jerman Terhenti Sementara

29
×

Takut Ganggu Ular Tidur, Pembangunan Pabrik Mobil Listrik Tesla di Jerman Terhenti Sementara

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Otomotif – Pembangunan pabrik mobil listrik Tesla kini terpaksa dihentikan sementara, hal itu bukan tanpa alasan melainkan dapat membangunkan ular-ular yang sedang tidur.

Dilansir dari kumparan.com, penghentian sementara ini juga lantaran pengadilan setempat menginstruksikan penangguhan pembukaan hutan setelah mendapat laporan dari pencinta lingkungan atas penebangan pohon.

Menurut mereka penebangan itu bisa membangunkan spesies ular jenis Coronella austriaca atau smooth snake lebih cepat dari masa hibernasi atau tidur panjang selama musim dingin.

Baca Juga  Wajib Tahu, Ini Bedanya Servis Berkala dengan Tune Up Mobil

“Landesumweltamt (otoritas lingkungan negara bagian) dan Tesla perlu membuat pengajuan pada sore ini dan kemudian kami menilai situasinya,” kata juru bicara pengadilan administratif di Frankfurt, Jerman Timur dikutip dari Reuters.

Sebelumnya pada akhir tahun lalu Tesla telah melakukan rencana pembangunan pabrik dan pusat desain Eropa pertama di Gruenheide di luar dari Berlin dengan target beroperasi pada pada 1 Juli 2021 mendatang.

Baca Juga  Merambah ke Dunia Otomotif, Xiaomi Akan Buat Pabrik Mobil Listrik dengan Kapasitas 300 Ribu Unit

Tetapi pembangunan pabrik Tesla tersebut dikeluhkan masyarakat hingga pada Oktober lalu pihak Tesla memberi kesempatan penduduk lokal di sekitar pabrik untuk menyuarakan aspirasinya dalam waktu 3 hari.

Setidaknya ada 414 total keluhan dan pengamatan yang diajukan oleh penduduk setempat dengan total proses diskusi berlangsung selama 8 hari.

Baca Juga  Toyota Innova Masih Jadi Dambaan Para Pemburu Mobil Seken di Indonesia

Dalam keluhan itu, masyarakat khawatir pabrik Tesla saat membangun sel baterai akan menguras sumber daya air lokal. Sebagai tanggapan, pihak Tesla setuju untuk memotong konsumsi air dari 3,3 juta meter kubik menjadi 1,4 juta meter kubik. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *