“Saat perjalanan pulang dari Palembang untuk Kembali ke Bandar Lampung, mobil listrik melakukan pengisian daya baterai di Rest Area Tol KM 172B dari 15 persen menjadi 80 persen. Perjalanan kembali ke Bandar Lampung berakhir di Tugu Adipura dengan sisa kapasitas baterai sebesar 41 persen,” paparnya.
Efisiensi Luar Biasa Mobil Listrik
Joharifin mengaku, selama perjalanan sejauh 1.038 km, total biaya pengisian baterai mobil Listrik yang Ia gunakan hanya sebesar Rp 300.000.
Selain penghematan biaya, menurutnya kendaraan listrik juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, mendukung upaya global untuk mencapai target energi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Biaya operasional penggunaan mobil listrik dapat lebih hemat 55 persen jika dibandikan mobil diesel dengan harga BBM minimal Rp 6.800 per liter dan sedangkan jika menggunakan mobil diesel dengan harga BBM maksimal Rp.13.730 per liter dapat menghemat biaya operasional hingga 77 persen,” ungkap Joharifin.
General Manager PLN UID Lampung, Muhammad Joharifin mengatakan, perjalanan ini membuktikan bahwa mobil listrik tidak hanya andal untuk perjalanan jauh, tetapi juga jauh lebih hemat dan ramah lingkungan.
“Dengan infrastruktur pengisian daya yang terus kami tingkatkan, kendaraan listrik adalah masa depan transportasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
PLN terus berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang andal dan tersebar di seluruh Indonesia, PLN berharap semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik untuk mendukung transisi energi bersih dan pembangunan rendah emisi.
Guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan Listrik dan mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, PLN UID Lampung saat ini tengah melakukan percepatan Pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di beberapa Lokasi diluar ruas tol diantaranya di sepanjang Jalur Lintas Barat dan Jalur Lintas Tengah dan Jalur Lintas Timur Sumatra. (Rls/SA)











