Dalam penelitian itu, para partisipan yang rata-rata berusia 61 tahun melakukan olahraga selama 30 menit, 5 hari dalam sepekan, dan selama periode 8 pekan. Selama pengamatan, partisipan menggunakan alat untuk memonitor tekanan darah selama 24 jam.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Physical Activity and Health menunjukkan bahwa stretching memberikan efek lebih baik pada tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
“Saat Anda melakukan peregangan, Anda juga meregangkan pembuluh darah yang memberi nutrisi bagi otot, termasuk semua arteri,” jelas Prof Phill Chilibeck yang memimpin penelitian itu, dikutip dari Eurekalert.
Jalan kaki, walaupun tidak lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding stretching, teramati lebih efektif membakar lemak tubuh. Kelebihan lemak juga termasuk faktor risiko masalah kardiovaskular. (SA)











