Bandar LampungLampungPemerintahan

Terbesar Ketiga di Sumatra, Perekonomian Lampung Tumbuh 5,04 Persen pada Triwulan III 2025

×

Terbesar Ketiga di Sumatra, Perekonomian Lampung Tumbuh 5,04 Persen pada Triwulan III 2025

Sebarkan artikel ini
Pada Triwulan III Tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year), menandakan pertumbuhan yang solid dan berkesinambungan || Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung
Pada Triwulan III Tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year), menandakan pertumbuhan yang solid dan berkesinambungan || Foto: Diskominfotik Provinsi Lampung

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya produksi hortikultura dan perkebunan. Sektor Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 7,35 persen seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas wisata.

Sektor Konstruksi naik 6,96 persen karena tingginya investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur, sementara Administrasi Pemerintahan meningkat 5,36 persen akibat realisasi belanja publik.

Beberapa sektor mengalami tekanan, seperti Listrik dan Gas serta Pertambangan dan Penggalian, yang menurun akibat efisiensi produksi industri dan turunnya ekspor mineral mentah.

Meski demikian, secara keseluruhan struktur ekonomi Lampung masih ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan, dengan kontribusi utama pertanian 28,38 persen, industri pengolahan 19,44 persen, perdagangan 13,91 persen, dan konstruksi 9,06 persen.
“Rantai nilai agroindustri menjadi kekuatan utama ekonomi Lampung, mulai dari hulu pertanian hingga ekspor produk olahan,” ucap Anang.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan investasi (PMTB) yang tumbuh 6,05 persen, menandakan kemajuan pembangunan infrastruktur.

Ekspor barang dan jasa tumbuh 5,33 persen, didukung oleh peningkatan komoditas unggulan seperti kopi, singkong, CPO, ayam, serta produk olahan. Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil sebesar 4,94 persen, meski terdapat tekanan dari harga pangan dan energi.

Sementara itu, impor naik 7,52 persen. Kenaikan ini dinilai positif apabila digunakan sebagai bahan baku industri, namun perlu diantisipasi agar tidak mengurangi kapasitas produksi dalam negeri.

Pemerintah Provinsi Lampung ke depan akan terus memperkuat hilirisasi sektor pertanian dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, singkong, jagung, dan peternakan.

Selain itu, Pemprov juga akan mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan UMKM agro, memperkuat sektor pariwisata berbasis komunitas melalui penataan destinasi dan penguatan kalender wisata daerah, menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan dan operasi pasar, serta mempercepat pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan produksi, pelabuhan agro, dan fasilitas cold storage untuk mendukung kelancaran logistik dan perdagangan.

Secara keseluruhan, perekonomian Lampung pada Triwulan III-2025 tumbuh stabil dan berkelanjutan. Pertanian dan agroindustri tetap menjadi tulang punggung utama, diperkuat oleh investasi dan ekspor yang terus meningkat.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjaga momentum ini agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif, tangguh, dan berdaya saing di tingkat nasional. (Rls/SA)