5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung –
Kasus dugaan pelecehan seksual menimpa siswi sebuah SMK di kota Bandar Lampung. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah saat ada kegiatan ekstrakulikuler
“Sekitar pukul 17.00, semua kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Kelas-kelas dikunci, guru-guru juga sudah pulang. Jadi memang sudah di luar pengawasan sekolah,” ujar perwakilan pihak sekolah saat dimintai keterangan pada, Rabu (12/11/2025).
Menurut informasi yang diterima, peristiwa terjadi di gedung belakang lantai tiga, tepatnya di area kamar mandi.
“Bukan di kelas, karena kelas sudah dikunci. Informasi itu kami dapat dari korban,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, orang tua korban sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.
“Kami menunggu proses hukum berjalan. Korban pertama kali mengadu ke ayahnya, sementara ibunya baru mengetahui setelah cerita itu sampai ke ayah,” katanya.
Pihak sekolah juga mengungkapkan bahwa RKD (17) siswa laki-laki yang diduga terlibat sudah tidak lagi aktif mengikuti kegiatan sekolah.
Sedangkan korban masih aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga saat ini.
Saat ditanya terkait adanya hubungan asmara antara kedua anak didiknya, pihak sekolah tidak bisa menyimpulkan hal tersebut karena baik korban dan pelaku mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif.
“Mereka berdua memang teman sejak SMP, katanya sih ‘bestie’ sama-sama aktif di ekskul seni. Hari itu disebut sedang latihan mandiri,” ucapnya.
Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah berkomitmen melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan siswa di luar jam pelajaran.
“Kami akan memperketat pengawasan, terutama untuk aktivitas setelah jam pulang sekolah. CCTV sudah lengkap, tapi memang tidak mungkin dipasang di kamar mandi. Rekaman CCTV di lorong menuju kamar mandi kini jadi barang bukti,” tegasnya.
Diketahui peristiwa tersebut terjadi di bulan 8 Agustus 2025. Terduga pelaku ‘RKD’ (17) baru diamankan pada minggu malam 9 November 2025 di kediamannya setelah pihak kepolisian mempunyai bukti yang cukup.
Saat ini RKD sedang dalam penyelidikan pihak Polresta Bandar Lampung untuk mengetahui motif dugaan pelecehan seksual tersebut.











