Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung, I Putu Kesama, menuturkan proses pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perizinan hingga kondisi medan yang cukup berat.
Namun berkat dukungan pemerintah daerah, aparat setempat, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
Untuk mendukung penyalaan listrik tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 40,44 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 75,72 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 2.300 kVA. Infrastruktur yang dibangun berpotensi melayani hingga 387 pelanggan di wilayah penerima manfaat.
Menurut Putu, kehadiran listrik yang andal tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, layanan publik, serta mendorong berkembangnya aktivitas ekonomi dan usaha produktif masyarakat. Ia berharap keberadaan listrik dapat menjadi pendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat desa.
PLN juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal resmi layanan kelistrikan, mulai dari pasang baru, tambah daya, pembelian token, pembayaran tagihan hingga pengaduan gangguan.
Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan, PLN UID Lampung terus berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, aman, dan merata guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah di Provinsi Lampung. (Rls/SA)











