close
Uncategorized

Ukraina Klaim Rusia Gunakan Bom Vakum, Efeknya Buat Tubuh Terpanggang Seketika

×

Ukraina Klaim Rusia Gunakan Bom Vakum, Efeknya Buat Tubuh Terpanggang Seketika

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi ledakan akibat bom. (Pixabay)

5W1HIndonesia.id, Internasional – Operasi militer yang dilancarkan Rusia masih dilakukan sejak 24 Februari lalu. Militer Rusia pun terus merangsek ke wilayah Rusia dengan beranekaragam senjata.

Pihak Ukraina mengklaim bahwa Rusia telah menggunakan senjata yang efeknya membuat tubuh terpanggang secara langsung yakni Bom Vakum dengan berukuran biasa.

Dikutip dari kumparan melalui BBC, bom vakum memiliki muatan dua bahan peledak sekaligus. Bahan peledak ini meledak secara bergantian, menyebabkan efek domino yang lebih masif ketimbang satu ledakan sekaligus.

Peledak pertama akan melepas awan yang merupakan sejenis bahan bakar. Awan ini akan mencakup radius yang luas, dan masuk ke sela-sela bangunan.

Baca Juga  Pemkot Siap Bedah 178 Unit Rumah di Tiga Kecamatan

Ledakan kedua adalah pemantik bahan peledak awan yang sudah menyebar tadi. Awan yang dipantik berubah menjadi bola api besar, menghasilkan gelombang ledakan. Ledakan tesebut dapat menghancurkan bangunan dan membunuh manusia yang ada di radius ledakannya.

Ketika ledakan terjadi, semua material terlontar ke luar dalam waktu singkat. Dorongan ke luar tersebut mengosongkan sisi dalam ledakan, menciptakan kondisi tekanan rendah, atau hampa udara di dalamnya. Sehingga kemudian menghisap kembali udara yang ada di sekitar ledakan tersebut. Inilah asal nama bom ‘vakum’.

Baca Juga  Program Listrik Gratis PLN Sentuh 429 Keluarga Kurang Mampu di Lampung

Awan yang bisa merambat ke sela-sela bangunan dinilai efektif untuk menghancurkan pertahanan militer di bunker, gua, terowongan, dan semua bangunan tertutup.

Bom ini ‘dikemas’ menjadi roket darat atau bom yang ditajuhkan pesawat. Bisa juga menjadi granat tangan, atau dimasukkan ke peluncur roket.

Selain dikenal dengan bom vakum, bom jenis ini juga dikenal dengan nama bom thermobaric, bom aerosol, atau peledak berbahan udara (fuel air explosive).

Baca Juga  Atasi Konflik Pengelolaan PKOR, Dispora Lampung Tingkatkan PAD dengan Beragam Terobosan

Duta Besar Ukraina tidak mengungkap di Ukraina bagian mana persisnya Rusia meledakkan bom vakum ini. Beliau menambahkan bahwa Ukraina akan terus bertahan meski kerusakan akibat Rusia sudah sangat besar.

Rusia mengklaim bahwa menggunakan bom vakum berasal dari Oksana Markarova, Duta Besar Ukaina untuk Amerika Serikat. Markarova mengungkapnya kepada reporter setelah pertemuan di Gedung Putih.

“Mereka (Rusia) menggunakan bom vakum hari ini, yang mana sebenarnya dilarang oleh Konvensi Jenewa,” ujar Markarova, dikutip dari Independent melalui Kumparan. (FO/SA)

Visited 77 times, 5 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *