Bandar LampungLampungNasionalPemerintahanReligi

Wagub Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan

×

Wagub Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Wagub Lampung, Jihan Nurlela, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bertempat di ruang Sakai Sambayan || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Wagub Lampung, Jihan Nurlela, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bertempat di ruang Sakai Sambayan || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

“Ini harus jadi perhatian kita semua, beberapa kota tersebut sebagian besar mengalami inflasi pada bulan ramadan, dengan inflasi terjadi dominan di kota diluar Sumatera dan Jawa,” ungkap Habibullah.

Komponen penyumbang inflasi terbesar pada momen bulan ramadan ada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (0.41 persen month to month periode Maret 2024).

Sementara untuk jenis Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar per maret 2024 terjadi pada 5 komoditas yaitu : telur ayam ras (0.09 persen), daging ayam ras (0.09 persen), beras (0.09 persen), cabe rawit (0.02 persen) dan bawang putih (0.02 persen).

Berdasarkan data BPS  periode ramadan bulan Maret tahun 2024, Provinsi dengan inflasi tertinggi di wilayah Sumatra adalah Sumatra Utara (0.72 persen), untuk wilayah Jawa terjadi di Provinsi Banten (0.98 persen), dan wilayah Sulawesi terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (1.07 persen).

Terkait dengan disparitas harga antar daerah per 21 Februari 2025, Deputi III Kantor Staff Presiden, Edi Priyono menyampaikan bahwa beberapa komoditas menunjukkan disparitas harga yang tinggi, antara lain : telur ayam ras 20,30 persen (tinggi), cabai rawit merah 22,16 persen (tinggi) dan cabai merah besar 32.01 persen(tinggi).

Untuk itu, Badan Pangan Nasional terus melakukan upaya operasi pasar pangan murah serentak di seluruh Indonesia dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang HBKN Puasa Ramadan dan Idul Fitri 2025 mulai dari 24 Februari – 29 Maret 2025 yang dilaksanakan di beberapa lokasi, yaitu : Kantor Pos Indonesia (4.500 titik), UPT Kementerian Pertanian (88 UPT), Outlet PT Charoen Pokphan Indonesia (2.200 gerai) dan Outlet PT. JAPFA Comfeed (553 gerai).

Di akhir, Tomsi Tohir berharap untuk ramadan tahun ini mampu mengendalikan harga dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Rls/SA)