5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Akhmad Wiyagus, melakukan kunjungan kerja mendadak ke Kota Bandar Lampung pada Jumat (10/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung implementasi transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis fleksibilitas di lingkungan Pemerintah Daerah.
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Surat Edaran (SE) Nomor 800.1.5/3349/SJ. Kebijakan ini mengatur tentang kombinasi sistem kerja Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) guna meningkatkan efektivitas birokrasi dan digitalisasi pemerintahan.
Pelayanan Publik Tetap Optimal
Dalam peninjauannya, Akhmad Wiyagus memastikan bahwa penerapan WFH tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyambangi sejumlah titik strategis, mulai dari Mal Pelayanan Publik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), kantor Dinas Pemadam Kebakaran, hingga kantor kelurahan.
“Pelayanan publik tetap berjalan normal. Di Mal Pelayanan Publik, seluruh loket dan petugas tetap tersedia sehingga masyarakat tidak terganggu,” ujar Akhmad Wiyagus.
Ia juga menekankan bahwa sektor kesehatan dan layanan darurat tetap siaga penuh.
Sementara itu, pejabat struktural seperti camat, lurah, hingga eselon II tetap diwajibkan bekerja dari kantor (WFO) untuk menjaga stabilitas koordinasi.
Digitalisasi dan Efisiensi Anggaran
Lebih lanjut, Wamendagri menjelaskan bahwa kebijakan WFH bukan sekadar bekerja dari rumah, melainkan bagian dari transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hal ini diharapkan dapat mendorong efisiensi penggunaan anggaran dan energi di instansi pemerintah.
Untuk menjaga kedisiplinan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menerapkan sistem pengawasan digital melalui aplikasi “Siger Absen”. Aplikasi ini mewajibkan pegawai yang bertugas di rumah untuk tetap melakukan presensi dan melaporkan kinerjanya secara daring.
Masa Transisi dan Target 50 Persen
Saat ini, proporsi ASN yang menjalankan WFH di Bandar Lampung masih berkisar antara 20 hingga 25 persen sebagai tahap transisi.
“Saat ini masih masa transisi, dan akan terus dievaluasi hingga bisa mencapai 50 persen,” jelas Akhmad.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyambut baik kedatangan Wamendagri yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya tersebut. Ia menyatakan kunjungan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi jajarannya.
“Tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB kami baru diinformasikan. Insyaallah minggu depan akan kita rapatkan kembali, dan ke depan targetnya bisa mencapai 50 persen (WFH) sesuai arahan pemerintah pusat,” pungkas Eva.











