Pelaksanaan rapid test tersebut kemungkinan akan dimulai pelaksanaannya di wilayah Bandarlampung pada Senin (4/5) besok.
“Rapid itu apalagi pakai jari yang diperiksa menggunakan serum itu memerlukan waktu. Jadi mungkin sehari satu puskesmas itu bisa 10 orang saja,” katanya.
Sisanya alat rapid test kemungkinan minggu depannya akan datang lagi yang sasarannya ke rumah sakit dan puskesmas.
“Dan untuk di kelurahan sudah pasti dilakukan pemeriksaan karena di puskesmas ada petugas-petugas ke kelurahan. Jadi pasti ke kelurahan juga,” jelasnya.
“Itupun bukan seluruh masyarakat hanya sampel saja yang ada gejala-gejala saja,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pemetaan tempat secara khusus dalam pelaksanaan rapid test.
“Tapi yang akan kita arahkan adalah daerah-daerah yang memang agak banyak terkena Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayah kecamatan itu,” pungkasnya. (SA)







