Bandar LampungLampung

50 Anak Down Syndrome Rayakan HUT RI ke-81 Bersama LKS APIK Mandiri dan Bihun Kita

×

50 Anak Down Syndrome Rayakan HUT RI ke-81 Bersama LKS APIK Mandiri dan Bihun Kita

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 50 anak penyandang Down Syndrome bersama orang tua dan para pendamping mengikuti kegiatan Lomba Ceria dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 || Foto: Istimewa
Sebanyak 50 anak penyandang Down Syndrome bersama orang tua dan para pendamping mengikuti kegiatan Lomba Ceria dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Semangat kemerdekaan terasa berbeda di LKS APIK Mandiri, Kota Bandar Lampung. Sebanyak 50 anak penyandang Down Syndrome bersama orang tua dan para pendamping mengikuti kegiatan Lomba Ceria dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk merasakan kemeriahan perayaan HUT Kemerdekaan secara inklusif. Berbagai perlombaan ramah disabilitas digelar, di antaranya lomba mewarnai, makan kerupuk, joget balon bersama orang tua, serta memindahkan bendera.

Kepala Operasional LKS APIK Mandiri, Yeni Harnita, menuturkan kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan perlombaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak penyandang Down Syndrome untuk berekspresi, membangun kepercayaan diri, dan merasakan kebahagiaan bersama keluarga.

“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak dan keluarga disabilitas untuk bisa berbahagia, berekspresi, dan merasakan kemeriahan Hari Kemerdekaan seperti masyarakat lainnya. Bagi kami, setiap anak adalah pemenang,” ucap Yeni Harnita.

Menurut Yeni, peringatan HUT RI menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga harus dirasakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu, konsep perlombaan dibuat dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan para peserta.

Selain perlombaan, seluruh peserta juga mendapatkan apresiasi. Sebanyak 50 anak memperoleh piala, bingkisan, serta hadiah sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan partisipasi mereka.

Kegiatan semakin hangat dengan adanya makan bersama yang mempertemukan anak-anak, orang tua, relawan, dan para pendukung kegiatan.

Konsumsi dalam acara tersebut turut didukung oleh Bihun Kita, bersama Nasi Ghandul, Nasi Ladas, Roti ATHIFA, serta berbagai donatur yang selama ini memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan pemberdayaan penyandang disabilitas.