5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat, menyumbang sebesar 1,83 persen dari total penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tahun 2021.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat, Azhar Rasyidi, pencapaian ini meningkat dari tahun 2020 yang hanya sebesar 0,38 persen.
“Hal ini dikarenakan surplusnya penerimaan bea keluar (BK) akibat melonjaknya harga komoditi crude palm oil (CPO) di pasaran global,” paparnya saat menjadi pemateri dalam Acara Press Release “Kinerja APBN 2021 dan Outlook APBN 2022” yang digelar di ruang Auditorium Rafflesiger Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung pada Kamis (20/1/2022).
Ia menjelaskan bahwa konstribusi penyumbang penerima terbesar (import) negara ada sebanyak lima komoditi.
“Kelimanya yaitu pertama prop atau but, kedua beras, ketiga gula, keempat sapi, dan kelima bahan pakan ternak,” paparnya.
“Sedangkan kalau komoditi lainnnya sangat kecil dibandingkan lima komoditi tersebut,” jelasnya.
Namun ini juga perlu disampaikan bahwa di tahun 2022 ini akan terjadi pergeseran lagi karena prop atau but tidak akan import di Bandar Lampung.
“Tentunya sebagai penyumbang terbesar membuat pajak import-nya akan menurun secara drastis,” paparnya.
Sementara itu, komoditi utama terbesar penyumbang penerimaan bea keluar (eksport) juga sebanyak lima komoditi.
“Nah, ini juga kami sampaikan lima komoditi utama eksport terbesar di Lampung,” katanya.
Di antaranya, pertama RBD Palm Olein, kedua RBD Palm Oil, ketiga CPO, keempat bungkil, dan kelima cangkang kernel.
“Ini hampir kelima-limanya dari industri Kelapa Sawit,” pungkasnya. (SA)





