EKBISLampungLampung Tengah

Akselerasi Ketahanan Pangan Daerah, PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Pertanian Modern

41
×

Akselerasi Ketahanan Pangan Daerah, PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini
PT PLN (Persero) memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penyediaan listrik andal pada kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) || Foto: PLN
PT PLN (Persero) memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penyediaan listrik andal pada kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) || Foto: PLN

5W1HIndonesia.id, Lampung Tengah — PT PLN (Persero) memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penyediaan listrik andal pada kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.

Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi nasional berbasis sektor produktif.

Baca Juga  Resmikan Gardu Induk PLN, Gubernur Lampung Akan Dorong Percepatan Pembangunan Kelistrikan

Kehadiran listrik yang andal menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Melalui dukungan kelistrikan, berbagai proses produksi mulai dari irigasi, pompanisasi, hingga operasional alat pertanian modern dapat berjalan optimal.

Program PM-AAS yang diinisiasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.

Baca Juga  Jelang Imlek 2577, Walikota Eva Dwiana Ajak Warga Perkuat Fondasi Toleransi

Mengadopsi praktik pertanian modern dari Arkansas, Amerika Serikat, program ini menerapkan metode tanam benih langsung (Tabela), pola tanam rapat, peningkatan populasi tanaman, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian.

Pada tahap awal, program ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ton per hektare pada lahan seluas 100 hektare.

Baca Juga  Pembukaan COP29 Azerbaijan: PLN Galang Kolaborasi Global untuk Transisi Energi Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan

Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung, Endro Gunawan, S.P., M.E., Ph.D., menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Kali Tanam (IKT) dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.