5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Nonton film di bioskop salah satu healing yang biasa dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.
Biasanya, nonton bioskop di dominasi oleh kaum milenial dengan rentang usia 16 – 25 tahun. Adapun penonton dewasa pada umur 25 – 40 tahun.
Dengan pergi nonton ke bioskop, diharapkan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih dengan layar besar dan sound effect yang lebih menggelegar sehingga kita berasa dekat dengan lokasi film yang kita tonton.
Selain itu, dengan menonton di bioskop kita bisa menghargai langsung karya para pembuat film dan artis di dalamnya dengan mengeluarkan sedikit uang untuk membeli tiket.
Pada bulan Mei 2022 ini, masyarakat Indonesia dibuat keranjingan dengan hadirnya film Doctor Strange dan KKN Desa Penari. Apalagi pelonggaran penggunaan masker saat ini membuat pengelola bioskop mulai mengabaikan prokes dan penggunaan aplikasi peduli lindungi saat memasuki gedung bioskop.
Namun sayangnya, kenikmatan menonton di bioskop belakangan ini mulai terganggu akibat adanya anak-anak kecil di bawah 8 tahun yang ikut masuk kedalam ruangan.
Seorang pengguna tiktok bahkan mengatakan jika dirinya merasa risih dan teganggu karena ada anak kecil yang duduk dibelakangnya.
Dalam videonya itu, ia mengatakan sang anak kecil tersebut menendang-nendang bagian bangku belakang yang ia duduki.
Meski sudah ditegur, orang tua dari anak tersebut tidak menghiraukan teguran yang diberikan oleh si pemilik akun tiktok.
Sedangkan di Bandar Lampung, Ridho warga pahoman membagikan hal yang serupa kepada redaksi 5w1hindonesia.id.
Pada Sabtu, 21 Mei 2022 ia hendak ke XXI bioskop di Mall Ciplaz untuk menonton Doctor Strange. Namun ditengah-tengah film, muncul backsound khas tiktok dari bangku belakang.
“Setelah dilihat ternyata sebuah keluarga di bangku belakang itu anaknya lagi asik nonton tiktok dan suaranya itu keras banget,” kata Ridho.
Selain suara HP, jeritan anak kecil kerap kali terdengar saat film sedang diputar.
“Kadang ada yang jerit-jerit juga. Yang kaya gini kan bisa bikin kita yang mau healing malah jadi bad mood,” ujarnya.
Senada dengan Ridho, Latifa wanita asal kabupaten Tanggamus ini harus merasa kesal dengan kelakuan anak-anak di dalam gedung bioskop.
“Saya jadi enggak mood, ngeganggu banget kita kan dateng ke bioskop niatnya nonton bukan mau rekreasi sambil nonton tiktok,” kata Latifa.
Selidik punya selidik, film Doctor Strange sendiri masuk kategori film untuk remaja dan bukan untuk anak-anak karena didalamnya ada adegan kekerasan yang cukup sadis untuk ditonton oleh anak-anak.
Peristiwa anak-anak masuk kedalam gedung bioskop dan ikut nonton film kategori remaja ini sudah seharusnya menjadi perhatian bagi pengelola bioskop itu sendiri.
Dengan adanya gangguan dari anak-anak ini membuat sejumlah penonton kehilangan pengalaman menonton dengan kelas yang eksklusif.











