Bandar LampungLampung

SETOP KRIMINALISASI GURU! Eva Dwiana: Perlindungan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Tanggung Jawab Bersama

33
×

SETOP KRIMINALISASI GURU! Eva Dwiana: Perlindungan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Tanggung Jawab Bersama

Sebarkan artikel ini

5WW1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, bersuara lantang menuntut perlindungan hukum dan sosial yang lebih kuat bagi para guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, perlindungan adalah kunci untuk memastikan para pendidik bisa menjalankan tugas mulia mereka tanpa rasa takut.

Pernyataan tegas ini disampaikan Eva, yang akrab disapa Bunda Eva, saat menjadi narasumber utama dalam acara Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Lampung. Acara yang diselenggarakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) ini berlangsung meriah di Gedung Graha Mandala pada Sabtu (8/11).

Baca Juga  Hadirkan Transportasi Aman dan Nyaman, PT KAI Bagikan Masker Kepada Pengguna Kereta Api

Guru Hadapi Intimidasi dan Kriminalisasi

Dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta dari sepuluh kabupaten/kota se-Lampung, Bunda Eva menyoroti ironi yang masih terjadi di dunia pendidikan.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk masa depan kota ini. Namun di tengah tugas mulia itu, masih ada guru yang menghadapi intimidasi bahkan kriminalisasi saat menegakkan kedisiplinan,” ujar Bunda Eva dengan nada prihatin.

Ia menegaskan, menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter, yang menjadi visi utama Pemkot Bandar Lampung, tidak akan tercapai jika para guru merasa terancam.

Baca Juga  Dukung Keandalan Pasokan Listrik Masyarakat, PLN UID Lampung Gelar Apel Bulan K3 Nasional 2026

“Guru adalah subjek utama dalam sistem pendidikan, bukan objek. Kita harus memastikan mereka merasa aman, dihormati, dan terlindungi,” tambahnya.

Benteng Perlindungan: Sekolah, Orang Tua, dan Pemda

Eva Dwiana menekankan bahwa masalah perlindungan guru tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Ini adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama oleh sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah.

“Sekolah harus menjadi benteng pertama dengan memiliki SOP penanganan konflik yang jelas. Orang tua juga perlu mengutamakan dialog daripada emosi saat menghadapi masalah,” tegasnya.

Baca Juga  Lantik Delapan Pejabat Struktural, Wali Kota Eva Dwiana: Harus Bekerja Sesuai Tupoksi

Sementara dari sisi pemerintah daerah, Bunda Eva berkomitmen akan memperkuat peran Dewan Pendidikan. Tujuannya, agar setiap kasus yang melibatkan guru dapat diselesaikan secara bijak dan edukatif, bukan berakhir di jalur hukum.

Wali Kota Bandar Lampung itu berharap Festival Kreasi GTK ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan rasa bangga di kalangan pendidik se-Lampung.

“Kalau guru terlindungi dan bahagia, maka masa depan pendidikan kita juga akan lebih cerah,” tutupnya.