Bandar LampungLampung

Pesan Toleransi dari Vihara Thay Hin Bio: Merayakan Akulturasi Budaya Tionghoa di Lampung saat Imlek

46
×

Pesan Toleransi dari Vihara Thay Hin Bio: Merayakan Akulturasi Budaya Tionghoa di Lampung saat Imlek

Sebarkan artikel ini
Perayaan imlek 2026 di Vihara Thai Hin Bio || Foto: Ridho\5W1HINDONESIA.ID
Perayaan imlek 2026 di Vihara Thai Hin Bio || Foto: Ridho\5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Suasana khidmat menyelimuti Vihara Thay Hin Bio, salah satu vihara tertua di Provinsi Lampung, pada malam pergantian Tahun Baru Imlek. Ribuan umat hadir untuk melaksanakan tradisi sembahyang leluhur, sebuah ritual rutin yang menjadi simbol penghormatan dan rasa syukur sebelum memasuki tahun yang baru.

Feberlia Nita, Ketua Koko Cici Lampung, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah. Hal ini menegaskan posisi Vihara Thay Hin Bio sebagai pusat kebudayaan Tionghoa sekaligus simbol kerukunan beragama di Lampung.

Baca Juga  Sambut Tahun Kuda Api, Vihara Amurwa Bhumi Graha Diperindah

Tahun ini merupakan tahun Shio Kuda Api. Menurut Feberlia, Shio Kuda Api membawa energi positif yang melambangkan kemajuan dan ketangkasan.

“Makna Imlek khususnya di tahun Kuda Api ini tergolong sangat bagus. Harapannya, hoki atau keberuntungan kita semua bisa seperti kuda; selalu mampu melompat tinggi dan melangkah jauh ke depan,” ujar Feberlia saat ditemui di Vihara Thai Hin Bio pada, Senin (16/2/2026)

Hujan Imlek: Simbol Keberkahan dan Suasana Adem Ayem

Mengenai hujan yang turun saat perayaan Imlek tahun ini, masyarakat Tionghoa di Lampung memaknainya dengan penuh sukacita. Alih-alih dianggap sebagai kendala, hujan dipandang sebagai simbol kesejukan bagi hubungan antarmanusia.

Baca Juga  Stand Disdukcapil Ramai Dikunjungi Warga

“Hujan itu memberi makna bahwa Imlek tahun ini ‘adem ayem’. Ini adalah simbol keberkahan yang juga kita harapkan tercermin dalam terjaganya toleransi antar sesama masyarakat di Indonesia,” tambahnya.

Pesan Persatuan dan Akulturasi Budaya di Lampung

Sebagai salah satu representasi pemuda Tionghoa di Lampung, Feberlia Nita menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga kerukunan dalam bingkai NKRI.

Ia menekankan bahwa meskipun hari raya berbeda-beda mulai dari Imlek hingga Idulfitri semangat Bhinneka Tunggal Ika harus tetap menjadi fondasi utama.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Upaya Wujudkan Generasi Tangguh, Cerdas, Berkarakter, dan Bahagia

Lebih lanjut, ia menyoroti keunikan budaya Tionghoa di Lampung yang telah mengalami akulturasi dengan budaya lokal.

“Khususnya di Lampung, kita memiliki akulturasi budaya Tionghoa yang kuat dengan nenek moyang atau masyarakat lokal. Harapan saya, tradisi ini jangan sampai hilang. Kita harus bangga dengan kekayaan budaya yang kita miliki tanpa membedakan ras, suku, maupun agama,” pungkasnya.

Perayaan di Vihara Thay Hin Bio sendiri dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai yang menjadi daya tarik warga sekitar, sekaligus memperlihatkan keterbukaan tradisi Imlek bagi seluruh lapisan masyarakat Lampung