Zona Muslim

Ketahui, Ini 5 Adab Berbicara dalam Islam yang Harus Diperhatikan

×

Ketahui, Ini 5 Adab Berbicara dalam Islam yang Harus Diperhatikan

Sebarkan artikel ini
adab berbicara dalam Islam
Ilustrasi Adab Berbicara dalam Islam || Photo by Yanalya on Freepik || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Adab berbicara dalam Islam sudah dijelaskan dalam berbagai hadis sehingga wajib untuk diterapkan. Pasalnya, adab yang baik merupakan salah satu ciri seorang muslim beriman dan taat kepada Allah SWT.

Tujuan dari memiliki adab sendiri, yaitu untuk membentuk dan menciptakan pribadi-pribadi yang berakhlak. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai adab saat berbicara, yuk simak ulasan selengkapnya berikut.

Apa Saja Adab Berbicara dalam Islam?

Perlu diketahui, adab yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW merupakan hasil dari wahyu dan didikan Allah SWT secara langsung. Adapun beberapa adab dalam berbicara yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Menjaga Lisan

Adab saat berbicara yang harus selalu diterapkan oleh seorang muslim, yakni menjaga lisan dengan penuh perhatian. Artinya, umat muslim dianjurkan untuk menjauhkan lisan dari perkataan bathil, dusta, ghibah, namimah, dan segala hal yang diharamkan oleh Allah SWT beserta Rasul-Nya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dia tidak pikirkan dahulu, Dia akan menggelincirkan ke dalam neraka lebih jauh dari apa-apa di antara timur”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

2. Berkata yang Baik atau Diam

Salah satu adab dalam berbicara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah berkata baik atau diam. Sebab, umat Islam diperintahkan untuk memperhatikan segala ucapan yang keluar dari mulut, seperti berpikir dahulu sebelum berbicara.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangga.

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

3. Menjauh dari Perkataan Dusta

Dusta artinya memberitakan sesuatu yang berbeda dari kenyataan. Hal ini tentu sangat dilarang oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Pasalnya, dusta hanya akan membawa seseorang kepada dosa dan neraka.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga, dan sesungguhnya seorang lelaki yang berkata jujur hingga di sisi Allah menjadi orang yang shiddiq.

Dan sesungguhnya dusta itu membawa seseorang kepada dosa, dan dosa itu membawa kepada neraka. Dan seorang lelaki yang berdusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *