LampungPeristiwaTulang Bawang Barat

Alami Luka Bakar Parah, Bayi 10 Bulan di Candra Kecana Butuh Uluran Tangan Dermawan

36
×

Alami Luka Bakar Parah, Bayi 10 Bulan di Candra Kecana Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Tulang Bawang Barat – Muhamad Akmal Alfarisi, bayi 10 bulan yang mengalami luka bakar akibat tersiram air panas di Candra Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung butuh dana Rp20 juta untuk operasi atau pengobatan.

Buah hati pasangan Munadi dan Ani Lestia ini beralamat di RT. 29 RK. 06 Tiyuh Candra Kencana.

Kronologi kejadian yaitu setelah ketumpahan air panas Muhamad Akmal Alfarisi dibawa ke Poned Mulya Asri Tulang Bawang Tengah.

Baca Juga  Gelar Rakor Perdana, Dekranasda Provinsi Lampung Mantapkan Komitmen Majukan UMKM dan Kerajinan

“Namun, oleh petugas diarahkan ke RS Asifa Daya Asri Tumijajar dan dirawat selama 3 hari dengan menghabiskan dana Rp2,6 juta,” terang Munadi, orang tua Alfarisi.

Kemudian, pihak RS Asyifa meminta pihak keluarga Alfarisi untuk merujuk ke RSUD Menggala Tuba untuk melanjutkan operasi.

Setelah sampai di RSUD Menggala pada hari Jumat (26/11) disarankan untuk operasi dengan menghabiskan dana Rp15-20 juta. Karena merasa tidak sanggup dengan biaya sebesar itu, orang tua Alfarisi membawa anaknya pulang ke rumah.

Baca Juga  Massa Gelar Aksi Penolakan Pengesahan Omnibus Law, Herman HN: Harus Membaca Secara Utuh

Disisi lain, keluarga dan Alfarisi sendiri belum memilik kartu BPJS keeehatan.

“Waktu itu saya di Rumah Sakit Menggala koordinasi dengan Dinas Sosial Tubaba mas Dwi untuk mengaktifkan secara langsung kartu BPJS tidak bisa,” jelas Munadi.

Baca Juga  PLN Perkuat Industri Ekspor, Wujudkan Asta Cita Jelang Hari Pelanggan Nasional

Oleh karenanya, dirinya meminta bantuan dari pada para dermawan untuk dapat membantu pengobatan sang buah hatinya tersebut.

“Bismillah.. Tolong bantuannya para dermawan dan teman-teman sekalian, Muhamad Akmal Alfarisi lagi butuh banyak biaya buat pengobatan dan kebutuhan sehari-hari di rumah sakit.  Tidak tega liat bayi kami merasa sangat kesakitan sekali,” tandasnya. (Rls/RA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *