Bandar Lampung – Kegiatan budaya Begawi Jejama sukses membuka rangkaian APEKSI Outlook 2025 di Kota Bandar Lampung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan pelaku UMKM. Acara ini menjadi simbol kuat kolaborasi 56 wali kota se-Indonesia dalam menyongsong pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa Begawi Jejama bukan sekadar seremoni adat, melainkan representasi nilai gotong royong dan kerja sama lintas daerah.
“Begawi Jejama ini menjadi bagian dari APEKSI Outlook 2025. Artinya bekerja bersama-sama. Ini sangat sejalan dengan semangat APEKSI untuk memperkuat kekompakan para wali kota dalam membangun kolaborasi, berbagi gagasan, dan memperkuat jejaring,” ujar Bunda Eva, sapaan akrabnya pada Sabtu (20/12/2025).
Doa Bersama untuk Daerah Terdampak Bencana
Sebelum acara inti, para peserta APEKSI diajak mengirimkan doa bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana. Bunda Eva berharap seluruh daerah yang terdampak diberi kekuatan dan kemudahan dalam pemulihan.
Momentum Sinergi Menuju 2026
Bunda Eva menyebut APEKSI Outlook 2025 sebagai momentum strategis untuk menyambut tahun 2026 dengan semangat baru. Ia berharap forum ini mampu memperkuat sinergi antarpemerintah kota dalam menciptakan birokrasi yang efektif dan pelayanan publik yang inovatif.
“Dengan hadirnya teman-teman wali kota di Bandar Lampung, harapannya kita bisa berkolaborasi dan saling menguatkan. Mudah-mudahan ke depan semuanya semakin baik dan daerah-daerah yang terdampak bencana bisa segera pulih,” tambahnya.
UMKM dan Promosi Daerah Jadi Sorotan
Ratusan pelaku UMKM lokal turut meramaikan kegiatan ini, menampilkan produk unggulan Bandar Lampung.
Para peserta juga diajak menikmati keindahan kota, termasuk panorama dari JPO Siger Milenial, sebagai bagian dari promosi potensi daerah.
Apresiasi dari Wali Kota Bengkulu
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengapresiasi penyelenggaraan APEKSI Outlook 2025 yang dinilainya sangat matang dan berdampak positif terhadap perekonomian lokal.
“Bunda Eva mempersiapkan event ini dengan sangat luar biasa. Ini bukan hanya pertemuan wali kota, tetapi juga berkah bagi Bandar Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tahun 2026 harus dihadapi dengan semangat positif, meski ada penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.
“Ini tantangan bagi kepala daerah untuk cerdas menyiasati anggaran agar pelayanan publik tidak berkurang dan pembangunan tetap berjalan,” pungkasnya.











