5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Dalam Islam, arti tiupan sangkakala penting untuk diketahui dan dipahami oleh umat muslim. Penjelasan mengenai terompet sangkakala sendiri sudah tercatat dan tercantum di kitab suci Al-Qur’an.
Bunyi terompet sangkakala telah dipercaya sebagai tanda-tanda dari akhir zaman atau hari kiamat. Nah, untuk memahami lebih lanjut mengenai arti tiupan terompet sangkakala, yuk simak ulasan berikut.
Arti Tiupan Sangkakala Menurut Hadis dan Al-Qur’an
Menurut ajaran Islam, yang bertugas untuk meniup sangkakala saat hari akhir nanti adalah malaikat Israfil. Pada kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tiupans terompet sangkakala terjadi sebanyak tiga kali.
Tiupan pertama disebut al-faza, tiupan kedua adalah al-sha’iq, dan tiupan ketiga dari sangkakala disebut al-ba’ts. Adapun jenis-jenis tiupan terompet sangkakala beserta dengan artinya, antara lain sebagai berikut:
1. Tiupan Terompet Sangkakala yang Pertama
Tiupan pertama dari terompet sangkakala merupakan tiupan kejutan atau ketakutan yang disebut juga dengan al-faza’. Hal ini sebagaimana telah tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an surat An-Naml ayat 87.
Melalui surat tersebut Allah SWT berfirman, “(Ingatlah) pada hari ketika sangkakala ditiup sehingga semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi, kecuali yang Allah kehendaki. Semuanya datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri”.
2. Tiupan Terompet Sangkakala yang Kedua
Selanjutnya, tiupan terompet sangkakala yang kedua disebut juga dengan al-sha’iq atau berarti tiupan kemdian. Dalam Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya dari Abdul Wahab Abdussalam Thawilah dijelaskan bahwa tiupan ini akan mengakibatkan guncangan hebat sehingga kehidupan di dunia pun berakhir.
Melalui kitab al-Tadzkirah, Imam Syamsuddin Al-Qurthubi mengatakan, tiupan yang kedua ini saling berhubungan dengan tiupan pertama. Dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa manusia akan mengalami keterkejutan yang dahsyat hingga menyebabkan kematian.
3. Tiupan Terompet Sangkakala yang Ketiga
Malaikat Israfil meniupkan terompet sangkakala untuk ketiga kalinya yang disebut juga dengan al-ba’ts atau tiupan kebangkitan. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 68.
Surat tersebut menjelaskan, “Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah SWT. kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu keputusan Allah SWT”.
Bagaimana Proses Kebangkitan Setelah Ditiupnya Sangkakala?
Dalam kitab at-Tadzkirah, Imam Syamsuddin Al-Qurthubu juga memaparkan beberapa dalil terkait peristiwa yang terjadi setelah manusia dibangkitkan. Allah SWT berfirman, “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hutan).
Hingga apabila angin itu telah membawa mendung, maka Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang sudah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”.








