5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Kota Bandar Lampung belum mempunyai Hydrant aktif untuk membantu penanganan bencana kebakaran. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) , Anthony saat dijumpai di ruang kerjanya.
Ia mengatakan, untuk Hydrant Pillar memang sudah terpasang di beberapa titik. Namun hingga saat ini Dinas Damkar sedang menginvertarisir berapa jumlah Hydrant Pillar yang ada saat ini.
“Hydrant ini ada yang baru di buat oleh PDAM menggunakan pipanisasi SPAM, namun kita tahu saat ini SPAM juga belum berjalan jadi Hydrant belum bisa di aktifkan,” katanya pada, Kamis, (14/12).
Lebih lanjut, Anthony mengatakan jika Hydrant Pillar sudah bisa di pakai tentunya akan mempermudah proses pemadaman jika terjadi bencana kebakaran.
“Untuk saat ini SOP penanganan kebakaran kita menerjunkan mobil pemadam dan di back up menggunakan mobil suplai air. Nah, mobil suplai air ini lah yang bulak balik mengisi air dengan sistem estafet sehingga cukup memakan waktu,” ujarnya.
Sampai saat ini kepemilikan Hydrant Pillar masih dikelolah oleh PDAM, Dinas Damkar sendiri selaku OPD yang mempunyai peran dalam penggunaan Hydrant itu pun belum mengetahui dimana titik yang sudah terdapat Hydrant Pillar.
“Karena secara administrasi Hydrant di Bandar Lampung ini dikelola oleh PDAM kita juga belum tahu dimana titik-titik yang sudah terdapat Hydrant Pillar-nya. Namun kita terus berproses untuk itu,” kata Anthony.
Rencananya, pada tahun 2024 mendatang PDAM sudah melakukan perencaan pemasangan 16 titik Hydrant Pillar di 4 Kecamatan. Meski demikian, Hydrant Pillar baru bisa digunakan jika SPAM sudah mulai berjalan.
“Karena Hydrant milik PDAM ini berada satu jalur pipanisasi dengan SPAM, maka penggunaanya baru bisa dilakukan saat SPAM sudah mulai berjalan. Adapun keempat kecamatan yang sudah ada titik Hydrant yaitu kecamatan Kedaton, Rajabasa, Labuhan Ratu dan Way Halim,” terangnya.
Rencana pemasangan Hydrant Pillar baru menurut Anthony merupakan ide yang baik, dimana saat ini peran Hydrant sangat penting untuk penanganan bencana kebakaran.
“Ini merupakan ide yang baik, bagaimana Hydrant ini mempunyai peran penting untuk penanganan kebakaran. Kita juga terus berproses untuk memaksimalkan semua Hydrant Pillar yang ada di kota Bandar Lampung untuk saat ini,” pungkasnya.






