“Alhamdulillah katanya Rumah Sakit Abdoel Moeloek sudah ada maka kita rujuk, tapi kalau memang butuh dirujuk ke yang lebih tinggi, maka Pemerintah Kota Metro akan mendampingi terus. Nanti biar secara teknis ada tim kita, sistem rujukannya itu mesti selalu berangkat dari rumah sakit ke tempat itu, itu yang baik,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan RSUD Ahmad Yani Metro, Hasril Syahdu menjelaskan bahwa Widya Apri Susanti akan dirujuk ke Bandung.
“Sesuai dengan surat rujukan dokter spesialis penyakit dalam, dalam hal ini dokter Ronald, itu dianjurkan rujukan ke Bandung, ke rumah sakit Pajajaran atau Hasan Sadikin,” bebernya.
Rujukan berobat ke Pulau Jawa itu diberikan kepada pasien lantaran fasilitas kesehatan untuk menangani penyakit tersebut belum memadai di RSUD Abdoel Moeloek.
“Tapi tadi diinstruksikan lagi oleh Pak wali kota untuk sounding ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek apakah sudah bisa menangani, tapi setelah kita sounding ternyata mesin mereka belum bisa berfungsi dengan maksimal. Maka dari RS Ahmad Yani, kita putuskan akan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin,” ujarnya.
Hasril menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan dan transportasi ditanggung oleh Pemkot Metro. Selain itu, RSUD Ahmad Yani juga akan menggelontorkan anggaran CSR untuk membantu pengobatan pasien.
“Untuk pembiayaan pemberangkatan ke sana ditanggung oleh pemerintah kota. Nanti musti ada bantuan secara khusus juga menggunakan CSR Ahmad Yani,” paparnya.
Ia memperkirakan, pengobatan terhadap Widya Apri Susanti akan berlangsung secara berkelanjutan. Diperkirakan, penanganan hingga penyembuhan bakal memakan waktu 3 hingga 6 bulan.
“Yang jelas ini butuh waktu dan proses yang panjang, biasa dengan kasus-kasus tumor itu divisioterapi akan memakan waktu sekitar 3 sampai 6 bulan. Pengobatannya secara kontinu dan itu ditentukan oleh dokter yang menangani,” pungkasnya. (SA)







