Ia mengimbau masyarakat agar mengacu pada informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan adanya kebakaran baru hanya berdasarkan pemberitaan atau video yang merujuk pada lokasi kejadian yang sama.
“Kami berharap masyarakat dapat mengacu pada informasi yang sudah terverifikasi. Untuk titik kebakaran yang kami klarifikasi hari ini, penanganannya telah selesai dan api sudah padam,” katanya.
Penanganan Karhutla di Titik Lain Tetap Berlanjut
Dalam kesempatan yang sama, Aswarodi menjelaskan bahwa pemadaman karhutla di titik-titik lain di kawasan TNWK masih terus dilakukan oleh satuan tugas darat dan udara. Penanganan tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju titik api yang sulit dijangkau serta kondisi vegetasi hutan gambut yang rapat.
Pada lahan gambut, bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di permukaan telah padam. Karena itu, proses pemadaman membutuhkan penanganan lanjutan untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut benar-benar padam.
Operasi pemadaman melalui helikopter water bombing juga menghadapi tantangan berupa vegetasi yang rapat. Kondisi tersebut menyebabkan air yang dijatuhkan dari udara tidak seluruhnya langsung mencapai permukaan lahan yang terbakar.
Selain itu, operasi modifikasi cuaca masih bergantung pada ketersediaan dan pertumbuhan awan yang memadai. Meski demikian, hujan yang turun setelah pelaksanaan OMC pada Minggu menjadi dukungan tambahan bagi upaya penanggulangan karhutla di kawasan tersebut.
Aswarodi menyebutkan, sebanyak 365 personel terlibat dalam penanganan di lapangan, dengan mayoritas berasal dari unsur TNI, serta didukung personel Brimob dan Manggala Agni. Para personel bekerja secara bergiliran untuk menjaga keberlanjutan proses pemadaman.
Dukungan sarana, prasarana, dan logistik telah disalurkan dari pemerintah pusat melalui BNPB maupun pemerintah daerah. Distribusi air dari Sungai Way Pegadungan juga dilakukan menuju tiga titik penanganan, dengan dukungan pemasangan selang untuk membantu tim darat menjangkau lokasi kebakaran.
Pemerintah Provinsi Lampung turut memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan personel yang bertugas. Aswarodi menyampaikan bahwa Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengunjungi kawasan terdampak untuk memberikan dukungan moril sekaligus pelayanan kesehatan.
Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga meninjau langsung lokasi penanganan karhutla dan memberikan semangat kepada personel yang bertugas di lapangan.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, penyediaan vitamin, serta dukungan logistik dilakukan untuk memastikan para personel tetap dalam kondisi baik selama menjalankan tugas.
“Tim satgas darat dan udara masih terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik yang belum selesai ditangani. Kami memohon dukungan dan doa masyarakat agar hujan segera turun dan seluruh proses penanganan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Aswarodi.
Terkait penyebab kebakaran di titik baru tersebut, Aswarodi menyatakan bahwa pihak Balai TNWK masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api.
Oleh karena itu, informasi lebih lanjut mengenai penyebab maupun luasan kebakaran akan mengacu pada data resmi yang telah diverifikasi oleh pihak berwenang. (Rls/SA)











