Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Bersama Pemprov dan TPKAD Lampung, OJK Gelar Rapat Pleno Semester I 2026

×

Bersama Pemprov dan TPKAD Lampung, OJK Gelar Rapat Pleno Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
OJK Provinsi Lampung bersama Pemprov Lampung dan TPAKD Provinsi Lampung menggelar Rapat Pleno Semester I Tahun 2026 || Foto: OJK Provinsi Lampung
OJK Provinsi Lampung bersama Pemprov Lampung dan TPAKD Provinsi Lampung menggelar Rapat Pleno Semester I Tahun 2026 || Foto: OJK Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Pleno Semester I Tahun 2026 yang dihadiri oleh Bank Indonesia, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Lampung, Industri Jasa Keuangan, TPAKD kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program, memperkuat sinergi antaranggota TPAKD, serta merumuskan langkah-langkah percepatan akses keuangan yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat Lampung.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyampaikan bahwa TPAKD memiliki peran penting sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan dalam mendorong perluasan akses keuangan di daerah.

Sepanjang tahun 2025 hingga Triwulan I Tahun 2026, berbagai program TPAKD telah dilaksanakan, meliputi kegiatan literasi dan inklusi keuangan, business matching, serta pengembangan keuangan syariah.

Kepala OJK Provinsi Lampung menjelaskan bahwa OJK bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan terus mendorong berbagai program unggulan TPAKD, antara lain Desa PERKASA, Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), SICANTIKS, dan Bank Sampah Sekolah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor produktif daerah.

Hingga Semester I Tahun 2026, optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menjangkau sekitar 74 ribu debitur, program Simpanan Pelajar (SimPel) telah melibatkan 16.718 pelajar, serta telah ditetapkan 3 (tiga) Desa PERKASA untuk memperluas akses keuangan dan mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

“Melalui kolaborasi yang kuat antar anggota TPAKD, kita perlu terus mendorong peningkatan akses keuangan, memperkuat UMKM, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Otto Fitriandy.