Bandar LampungLampungPemerintahan

Bersama Penggiat Medsos, Diskominfotik Lampung Gelar Diskusi tentang Pengembangan Wisata Hutan

43
×

Bersama Penggiat Medsos, Diskominfotik Lampung Gelar Diskusi tentang Pengembangan Wisata Hutan

Sebarkan artikel ini
Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung bersama Penggiat Media Sosial (Medsos) menggelar Diskusi mengenai Pengembangan Wisata Hutan Peovinsi Lampung, di Obyek Wisata Lengkung Langit 2, Kamis (8/9/2022) || Foto: Ist

Kebijakan pariwisata, tambahnya, yang harus diedukasi yaitu masyarakat yang ada di sekitar hutan itu bagaimana caranya masyarakat menjadikan hutan itu sebagai peluang.

Ekowisata bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian area yang masih alami atau bisa dusebut (natural area), memberi manfaat secara ekonomi dan menjaga keutuhan budaya bagi masyarakat setempat.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Percepat Normalisasi Sungai dan Gorong-Gorong

Point Penting Pengelolaan Ekowisata yang pertama ada Aspek Destinasi dan aspek market. Aspek Market Pembangunan ekowisata berwawasan lingkungan, ekowisata tidak melakukan eksploitasi alam, tetapi hanya menggunakan jasa alam dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan, fisik / dan psikologis wisatawan.

Sementara Kadis Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Y. Ruchyansyah, menyampaikan bahwa, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hanya yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya.

Baca Juga  Mamiyani Fahrizal Kukuhkan Pengurus Klub Jantung Sehat Baru di Bandar Lampung

Program kegiatan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung di setiap Bidang diarahkan untuk meningkatkan indeks tutupan lahan, Mengurangi efek GRK (Gas Rumah Kaca).

Wisata Hutan menawarkan potensi hutan bagus yang menghasilkan bentang alam yang indah air yang jernih dan udara yang sejuk.

Baca Juga  Kelola Sampah, DLH Bandarlampung Bahas PLTSa dengan BUMN

Untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar hutan, dengan demikian diharapkan kondisi hutan akan tetap baik dan segala potensi dalam kawasan hutan (termasuk potensi wisata) tetap terjaga. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *