Bandar LampungLampung

Bocah SD di Bandar Lampung Jadi Korban Pencabulan, Pemkot Beri Pendampingan Trauma

×

Bocah SD di Bandar Lampung Jadi Korban Pencabulan, Pemkot Beri Pendampingan Trauma

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi oleh ChatGpt
Ilustrasi oleh ChatGpt

5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Seorang murid kelas 5 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, menjadi korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri berinisial J.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku melancarkan aksinya dengan menodongkan pisau dan mengiming-imingi uang tunai Rp5.000 untuk membawa korban ke kediamannya.

​Camat Rajabasa, Rachmat, membenarkan peristiwa tersebut setelah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk memastikan informasi yang beredar.

Camat Rajabasa, Rachmat mewakili pemkot Bandar Lampung menjenguk korban || Foto. Dokumentasi Kecamatan Rajabasa || 5w1hindonesia.id
Camat Rajabasa, Rachmat mewakili pemkot Bandar Lampung menjenguk korban || Foto. Dokumentasi Kecamatan Rajabasa || 5w1hindonesia.id

​”Kami sudah turunkan tim ke lokasi dan benar adanya. Untuk saat ini kami upayakan agar korban mendapatkan pendampingan,” ujar Rachmat.

​Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui pihak kecamatan telah menyalurkan bantuan bahan pokok kepada keluarga korban serta mengupayakan proses pemulihan trauma (trauma healing).

​”Kami berupaya mendampingi agar korban tidak larut dalam trauma akibat peristiwa ini. Sementara itu, terduga pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian, sehingga fokus pemkot saat ini adalah pemulihan mental anak,” lanjutnya.

“Kami akan kawal hingga ke meja hijau,” timpalnya.

Dinas Pendidikan Angkat Bicara

Ditempat terpisah, Dinas Pendidikan melalui Rima Susiana mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepala sekolah.

​”Kami baru mengetahui informasi kejadian ini pada siang hari dan belum menerima laporan resmi dari pihak kepala sekolah,” katanya.

​Dinas Pendidikan akan segera menindaklanjuti dengan meminta keterangan kronologi secara lengkap dari kepala sekolah.

“Fokus utama kami saat ini adalah mengupayakan pendampingan bagi korban melalui koordinasi bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” tambahnya

​Rima juga mengimbau agar orangtua murid dan pihak sekolah untuk melakukan pengawasan dan mewaspadai agar siswa lebih berhati-hati serta tidak berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.