“Pelaku industri kerajinan berskala kecil dan menengah (UMKM) merupakan pelaku ekonomi yang berperan penting bagi perekonomian Lampung,” jelasnya.
Untuk diketahui, di Provinsi Lampung terdapat UMKM sebanyak 192.234 unit yang terdiri dari usaha mikro 182.655 unit, usaha kecil sebanyak 9.303 unit dan usaha menengah sebanyak 276 unit.
“Potensi kuantitas UMKM tersebut merupakan pelaku ekonomi yang harus terus kita pelihara dan jaga demi pembangunan ekonomi Lampung yang maju dan berkualitas,” jelasnya.
Ke depan, guna menghadapi tantangan yang ada, maka beberapa strategi yang akan dilakukan antara lain yaitu mengoptimalkan manfaat dari pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan dan strategi konsolidasi yang diarahkan untuk memperoleh akses modal ke lembaga keuangan serta membangun skala usaha yang lebih besar dan menguntungkan, pengembangan jaringan usaha dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan ekonomi digital, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pengrajin.
Gubernur Arinal mengapresiasi Dekranasda Provinsi Lampung atas kontribusinya yang begitu besar dalam meningkatkan daya saing UMKM di Provinsi Lampung.
Gubernur Arinal juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Dekranasda Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung atas komitmen, kerja keras serta partisipasinya dalam mensukseskan acara pada hari ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menyampaikan bahwa Pemerintah berupaya membangkitkan kembali perekonomian yang lesu selama dua tahun terakhir akibat dampak pandemi Covid-19 dengan berbagai kebijakan yang dapat membantu para pelaku usaha.
Seperti diketahui UMKM merupakan sektor usaha yang bertahan pada saat Pandemi Covid-19 berlangsung. Hal ini terbukti dengan bertahannya usaha kuliner, fashion, dan kriya ditengah krisis berlangsung.











