Dihadapan para peserta upacara, Bupati juga menegaskan bahwa salah satu tugas terpenting Kementerian Agama di samping bimbingan kehidupan beragama dan sarana peribadatan, ialah peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan pada semua jalur, jenjang dan jenis Pendidikan.
Pemerataan dan peningkatan mutu Pendidikan merupakan cita-cita Kementerian Agama dari masa ke masa. Dimana Semua warga, laki-laki maupun perempuan, kaya maupun yang kurang mampu, termasuk penyandang disabilitas harus mendapat layanan pendidikan yang setara dan berkeadilan.
Tak hanya itu, pemberdayaan ekonomi umat juga menjadi konsentrasi Kementerian Agama dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Hal itu antara lain dilakukan melalui program kemandirian pesantren, pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta optimalisasi pemberdayaan tata kelola zakat, wakaf, dan gerakan filantropi lainnya.
“Kementerian Agama harus terus berkomitmen pada proses reformasi birokrasi dan penguatan meritokrasi dalam tata kelola organisasi. Ini juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan korupsi di Kementerian Agama,” ucap Bupati.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada seluruh mitra Kementerian Agama atas kerja sama, sinergi dan segala kontribusinya dalam pembangunan bidang agama dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita satukan langkah kaki, bulatkan niat dan satukan pikiran untuk terus berkhidmad demi agama, bangsa dan negara dengan niat ibadah. Kita semua perlu berupaya menjadi sahabat spriritual umat sesuai kapasitas masing-masing,” tandasnya.
Prosesi upacara kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para siswa-siswi madrasah berprestasi, penyerahan bantuan kepada kaum dhuafa, serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur bersama pada peringatan Hari Amal Bhakti ke-79. (SA)











