Data Dinas Kesehatan Lampung per Selasa mencatat 2.416 kasus ISPA yang terhimpun. Selain itu, terdapat 23 kasus pneumonia, 68 influenza, 67 asma, 79 penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), 23 heat stroke, serta 66 kasus penyakit kulit dan keluhan lainnya.
Pemprov Lampung juga telah membentuk tim krisis kesehatan dan menyiapkan langkah distribusi obat-obatan maupun masker apabila fasilitas kesehatan di wilayah pesisir membutuhkan tambahan logistik.
Wilayah yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, terutama kawasan pesisir Lampung Selatan, menjadi perhatian dalam penanganan dampak erupsi.
Untuk mengurangi paparan abu vulkanik, pemerintah juga mendistribusikan masker serta melakukan penyiraman di sejumlah wilayah terdampak. Pusdalops BPBD Provinsi Lampung melakukan pemantauan dan diseminasi informasi setiap enam jam, sementara BPBD kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan serta koordinasi lintas sektor.
Pada sektor transportasi, kondisi penerbangan di Bandara Radin Inten II berangsur normal. Bandara melakukan pembersihan runway, taxiway, dan apron menggunakan kendaraan ARF serta water blasting sebelum kembali melayani penerbangan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan pelayanan pelayaran di Selat Sunda tetap berjalan normal tanpa penundaan.
Sementara itu, Bandara Radin Inten II kembali beroperasi sekitar pukul 10.00 WIB setelah hasil pemeriksaan paparan abu vulkanik dinyatakan negatif; pada hari yang sama diperkirakan terdapat sekitar 10 penerbangan yang melakukan aktivitas take off dan landing.
Meski kondisi membaik, Pemprov Lampung meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat berada di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak, menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah ketika terjadi paparan abu, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.
Wagub Jihan juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik atau melakukan panic buying, termasuk membeli masker secara berlebihan. Di sisi lain, penjual masker dan alat kesehatan diminta tidak menaikkan harga secara tidak wajar untuk mengambil keuntungan dari situasi erupsi.
Dengan kembalinya pembelajaran tatap muka, normalisasi penerbangan, pelayanan pelayaran yang tetap berjalan, serta penguatan layanan kesehatan dan mitigasi abu vulkanik, Pemprov Lampung berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap tanpa mengabaikan keselamatan.
Pemerintah juga akan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi terbaru di lapangan. (Rls/SA)











