LampungMetroPOLITIK

Debat Kandidat Ketiga, Anna: Ada Tiga Upaya Dorong Majunya Kota Metro

69
×

Debat Kandidat Ketiga, Anna: Ada Tiga Upaya Dorong Majunya Kota Metro

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, calon Wakil Walikota Metro Fritz Akhmad Nuzir dalam konferensi persnya menambahkan, Anna-Fritz akan konsen terhadap upaya pemberantasan narkoba.

Menurutnya, narkoba merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia yang digadang menjadi pasar peredaran gelap Narkotika.

“Seorang pemimpin harus berdiri dengan kefokusan yang tinggi. Bukan hanya pemimpin yang mengkampanyekan gerakan anti narkoba namun seluruh elemen masyarakat juga harus berpartisipasi dalam mengkampanyekan bahaya narkoba tersebut, tetapi seorang pemimpin harus menjadi garda terdepan dalam hal ini,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Kesenian Tradisional Siap Iringi Pendaftaran Anna-Fritz ke KPU

Ia juga memberikan apresiasi yang luar biasa atas kinerja TNI, Polri, BNN dan organisasi-organisasi yang bergerak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Narkotika.

“Terimakasih atas kerja keras TNI, Polri, BNN, Granat, dan organisasi-organisasi masyarakat yang bergerak dalam pemberantasan narkoba. Berkat sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan lembaga kursus yang selalu mengedukasi anak didiknya untuk tidak sekali-kali mencoba narkoba maupun obat-obatan terlarang yang masuk dalam daftar G,” paparnya.

Baca Juga  Dengar Aspirasi Warga, Anna Morinda Blusukan Pakai Sepeda Motor di Kelurahan Sumbersari

“Dan jika Allah menghendaki Anna-Fritz memimpin Metro, maka kami akan melakukan langkah-langkah kolaborasi bersama institusi dan lembaga-lembaga yang konsen dalam pemberantasan narkoba,” kata pria yang akrab disapa Mas Fran tersebut.

Anna-Fritz juga akan menggerakkan organisasi masyarakat, seperti paguyuban-paguyuban di tingkat kelurahan untuk mengambil peran dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Baca Juga  Gelar Kampanye Daring Ke-6, Dede Yusuf Akan Mengisi Kampanye Anna-Fritz

“Karena yang paling penting dalam upaya pencegahan itu ialah menanamkan harapan kepada banyak generasi muda penerus kita. Sosialisasi dimulai dari tingkatan dini hingga dewasa, mengedukasi pemuda dan warga, serta merangkul seluruh elemen dan menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong menekan dan menghilangkan angka tersebut,” tandas Fritz. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *