“Namun dengan semangat dan komitmen PLN untuk memberikan listrik bagi masyarakat hingga pelosok, pekerjaan ini dapat selesai dan berbuah manis untuk semua terutama di bulan suci yang penuh berkah ini,” tambah Saleh.
Saleh Siswanto juga mengatakan bahwa PLN berkomitmen penuh akan terus mendukung pemerintah untuk meningkatkan rasio desa berlistrik khususnya di wilayah Provinsi Lampung. Tentunya, hal tersebut sejalan dengan upaya PLN dalam mewujudkan energi yang berkeadilan.
“Melistriki desa bukan sekedar mengejar pencapaian kinerja, tetapi bagian dari upaya PLN untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Untuk saat ini di Pekon Tirom, PLN telah membangun 4 unit gardu berkapasitas 400 kVA serta Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan Panjang 10 kms dan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 12 kms.
Sedangkan di Pekon Way Asahan, 2 unit gardu berkapasitas 200 kVA, JTM sepanjang 8,7 kms dan JTR sepanjang 10,2 kms berhasil diselesaikan. Sebanyak 657 rumah tangga sudah terdaftar untuk siap menjadi pelanggan PLN.
“Penyalaan listrik di Pekon Tirom dan Pekon Way Asahan merupakan kelanjutan dari Pekon Teluk Brak yang telah menyala di tahun 2022 dan Pekon Karang Brak di Maret tahun 2023, masih tersisa lima desa lagi di Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus yang targetnya selesai di tahun 2023 ini,” tandas Saleh.
Berdasarkan data, terdapat 11 desa lagi yang belum berlistrik di Provinsi Lampung. Menurutnya, semua desa di Provinsi Lampung terutama pada desa yang tidak terkendala baik secara teknis, administrasi dan perijinan ditargetkan berlistrik di tahun 2023. (Rls/SA)











