LampungNasionalPemerintahan

Gubernur Lampung Terima Penghargaan Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian

×

Gubernur Lampung Terima Penghargaan Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma'ruf Amin menyerahkan Penghargaan Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Aula Istana Wakil Presiden || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma'ruf Amin menyerahkan Penghargaan Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Aula Istana Wakil Presiden || Foto: Adpim Pemprov Lampung

Penerapan peningkatan IP seluas 3.934 hektar; serta Petani juga sudah mulai mengenal dan menerapkan biosaka sebagai elisitor yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Dari upaya yang dilakukan, tahun 2023 tanam padi pada periode Oktober 2022 sampai dengan Juni 2023 sudah mencapai 503.171 hektar meningkat 7.973 hektar dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 yaitu sebesar 495.198 hektar.

Tak hanya itu, juga dilakukan peningkatan koordinasi dengan instansi/OPD terkait terutama dalam sistem pengairan guna mendukung perluasan areal tanam padi.

Tersedianya air dari bendungan Sekampung System bisa memberikan kontribusi peningkatan areal tanam padi sekitar 17.000 hektar, dan kedepan akan dioptimalkan bendungan Marga Tiga yang berdampak pada areal pertanaman padi seluas 15.000 hektar, serta ketersediaan embung sejumlah 43 unit.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin mengatakan bahwa semua yang menerima penghargaan telah dinilai sukses memberikan peran dalam Pembangunan Pertanian dan Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian.

“Selamat dan sukses atas penghargaan yang telah diterima. Jangan berhenti terus berkarya untuk kemajuan Indonesia, agar Negara Republik Indonesia dapat terus dipandang besar dimata dunia, terima kasih atas sumbangsih nyata untuk Indonesia,” ujar Ma’ruf.

Wapres mendorong mitigasi komprehensif dan kolaboratif untuk mengatasi ancaman krisis pangan akibat fenomena El Nino.

Hal itu, harus disikapi seluruh stakeholder mengingat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ancaman El Nino membuat wilayah Indonesia lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *