Uncategorized

Harus Sabar Maksimal, Ini Alasan Mengapa Lansia Lebih Mudah Marah dan Sensitif

×

Harus Sabar Maksimal, Ini Alasan Mengapa Lansia Lebih Mudah Marah dan Sensitif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi merawat lansia. (Pixabay)

5W1HIndonesia, Pengetahuan – Merawat orang yang sudah lanjut usia (lansia) memang memiliki tantangan tersendiri. Selain harus ekstra sabar, kadang tingkah lakunya yang menyerupai anak kecil pun membuat kita geram.

Rupanya ada alasan mengapa mereka lebih terlihat mudah marah dan sensitif terhadap orang terdekatnya. Dilansir dari CNN Indonesia, Ahli Saraf Yuda Turana mengatakan bahwa stressor sosial lebih banyak menumpuk pada orang lansia dibandingkan mereka yang masih berusia muda.

“Penghasilan berkurang, anak yang tinggal serumah harus berbagi kasih dengan mantu, berita bahagia sama sedih banyak sedihnya, teman sebaya meninggal, pengalaman sakit. Stimulasi negatif ini trennya, ya, pada lansia,” kata Yuda dalam konferensi pers bersama Alzheimer Indonesia (ALZI), Jumat (27/5) dikutip dari CNN Indonesia.

Riset membuktikan, kata Yuda, aspek spiritual juga punya peran penting dalam kesehatan psikis lansia. Lansia dengan spiritualitas kuat disebut mampu bertahan dari stressor.

Menurut Yuda, hal ini dapat membuat lansia lebih sensitif terhadap sesuatu hal kareana stimulasi eksternal yang serba negatif ini membebani lansia.

“Untuk menghadapi, persiapannya bukan saat lansia, tapi pas masih muda. Kita harus sadar, suatu saat yang kita capai akan menurun semua,” imbuhnya.

Maka perlu adanya kesabaran lebih dalam mengurus orang lansia untuk menjaganya agar selalu terbawa ke dalam pola pikir yang positif sehingga meminimalisir perasaan sensitifitasnya. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *