5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Sekarang ini, hukum menyalakan petasan sudah sering diperbincangkan menurut ajaran Islam. Pasalnya, petasan sering kali membawa musibah, mulai dari kebakaran akibat tersulut hingga menyebabkan korban meninggal karena ledakan besar.
Perlu diketahui, Islam sendiri sebenarnya tidak mengenal pesta kembang api atau petasan, terutama untuk merayakan hari besar. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait hukum bermain petasan dalam Islam, yuk simak ulasan selengkapnya berikut.
Bagaimana Hukum Menyalakan Petasan Dalam Islam?
Bagi sebagian orang, merayakan tahun baru atau hari-hari besar terasa kurang afdol tanpa menyalakan petasan. Akan tetapi, ada pula orang yang tidak suka petasan dan kembang api karena suaranya keras sehingga sangat mengganggu.
Tak hanya itu, beberapa orang juga beranggapan bahwa petasan dan kembang api cukup berbahaya sebab dapat meledak bukan pada tempatnya. Majelis Ulama Indonesia atau MUI DKI sendiri sudah mengeluarkan fatwa terkait hukum memainkan petasan.
Pertama, MUI DKI Jakarta menegaskan bahwa tradisi membakar, menyalakan, atau membunyikan petasan dan kembang api bersumber dari kepercayaan di luar Islam untuk mengusir setan yang dianggap mengganggu.
Hal ini jelas memberitahukan jika kepercayaan tersebut telah bertentangan dengan aqidah Islam. Kedua, membakar, menyalakan, atau memainkan petasan dan kembang api merupakan suatu pemborosan atau tabzir terhadap harta benda.
Ketiga, membakar, menyalakan, serta memainkan petasan dan kembang api bahayanya atau mudharat lebih besar dibandingkan manfaatnya. Oleh sebab itu, ketika suatu hal tidak memiliki manfaat yang lebih besar daripada bahayanya, maka sebaiknya ditinggalkan.
Bahaya Bermain Petasan yang Perlu Diketahui
Bermain petasan sudah termasuk suatu tradisi, terutama saat perayaan hari besar Idul Fitri. Akan tetapi, petasan ternyata memiliki risiko dan bahaya lain. Adapun beberapa bahaya bermain petasan, antara lain:
1. Menyebabkan Trauma Pada Anak
Petasan sering kali menjadi pilihan orang-orang untuk merayakan suatu peristiwa. Meski indah dan cantik, namun petasan yang dinyalakan bisa menimbulkan cukup keras hingga mengagetkan beberapa orang.
Bagi anak-anak yang baru pertama kali mendengar, pastinya akan menakutkan dan membekas di otak. Hal ini tentu akan mengakibatkan trauma berkepanjangan untuk anak hingga beranjak dewasa.





