Zona Muslim

Simak, Ini Penjelasan Hukum Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

41
×

Simak, Ini Penjelasan Hukum Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Sebarkan artikel ini
hukum puasa Syawal dengan puasa qadhaIlustrasi Tanda Tanda Datang Bulan || Photo by Lifestylememory on Freepik || 5W1HINDONESIA.ID
Ilustrasi Hukum Puasa Syawal dengan Puasa Qadha || Photo by Feepik || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Hukum puasa syawal dengan puasa qadha perlu diketahui oleh umat muslim. Perlu diketahui, umat Islam dianjurkan melakukan ibadah sunnah puasa, mulai setelah Hari Raya Idul Fitri atau tanggal 2 Syawal.

Aturan puasa Syawal sendiri tidak berbeda dengan puasa Ramadhan atau puasa sunnah lainnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait hukum puasa Syawal digabungkan dengan puasa qadha, simak pembahasan selengkapnya berikut.

Bagaimana Hukum Puasa Syawal dengan Puasa Qadha?

Tidak semua muslim bisa menunaikan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Pasalnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang muslim tidak bisa berpuasa, di antaranya mengalami menstruasi, sakit, atau sedang dalam perjalanan jauh.

Hukum membayar utang puasa Ramadhan bagi umat muslim adalah wajib. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184 yang artinya, “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka),

Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin.

Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Perlu diketahui, terdapat tiga perbedaan pendapat mengenai menggabungkan puasa Syawal dengan puasa qadha.

Pertama, bagi seorang muslim yang menggabungkan niat puasa enam hari di bulan Syawal dengan qadha Ramadhan, maka salah satu puasa saja yang akan dianggap sah. Pendapat ini berasal dari ulama Hanabilah.

Sementara kedua, puasa qadha yang digabung dengan puasa Syawal dianggap sah. Pendapat kedua ini didukung oleh ulama Malikiyah dan mayoritas ulama Syafi’iyah. Ketiga, tidak diperbolehkan menggabungkan dua niat puasa tersebut di mana di dukung sebagian ulama Syafi’iyah dan riwayat ulama Hanabilah.

Amalan yang Bisa Dilakukan di Bulan Syawal

Ada berbagai amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat muslim di bulan Syawal. Bulan Syawal sendiri merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah, yaitu tepat setelah bulan Ramadhan. Adapun beberapa amalan yang dapat dilakukan pada bulan Syawal, di antaranya:

1. Silaturahmi

Saat bulan Syawal, khususnya setelah lebaran Idul Fitri, umat muslim memiliki tradisi untuk saling mengunjungi keluarga dan kerabat Hal ini bisa meningkatkan tali silaturahmi antar sesama manusia.

Silaturahmi ternyata bukan sekadar tradisi, melainkan sudah menjadi amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahminya dengan kerabat”. (HR. Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *